Gudang Penimbun BBM Terbakar, 1 Orang MD, 37 Luka Bakar. Kapolres Probolinggo Bakal Menindak Tegas Bagi Penimbun BBM Ilegal.

PROBOLINGGO,Indonesiapost.co – Warga Dusun Kertah, Desa Sebaung, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, hari Kamis (19/3/2020) sekitar pukul 15.30 wib sempat gempar dan dibuat panik, setelah gudang tempat penimbunan BBM ilegal terbakar, yang disertai bunyi ledakan sebanyak 5 kali, menyerupai bunyi ledakan bom.

Akibat gudang penimbunan bensin yang terbakar itu, mengakibatkan 1 orang meninggal dunia yaitu, Alimuddin (35), menantu pemilik gudang, Ladiyo (60) , warga dusun Kertah, Desa Sebaung Kecamatan Gending, dan juga mengalami luka bakar berat hingga 90 % luka bakarnya, dan kini dirujuk ke rumah sakit dr Syaiful Anwar Kota Malang.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Drs H Hasan Aminuddin, bersama Dandim 0820 Probolinggo, Letkol Inf Imam Wibowo, Kapolres Probolinggo, AKBP Ferdy Irawan, dan Sekda, H Soerparwijono, mendatangi 4 rumah sakit, melihat para korban yang terkena ledakan tabung drum berisi BBM./indonesiapost.co

Sedangkan para korban luka bakar yang lain, sebanyak 37 orang, diantaranya, dirujuk kerumah sakit Waluyo jati Kraksaan, sebanyak 6 orang, yang dirawat dirumah sakit (RS) Graha Sehat, Kota Kraksaan sebanyak sebanyak 9 orang, dirawat di Puskemas Gending 5 orang, dirawat rumah sakit Wonolangan Dringu sebanyak 14 orang, dan yang dirujuk kerumah sakit Syaiful Anwar kota Malang sebanyak 4 orang, termasuk, Ladiyo, pemilik gudang timbunan bensin yang terbakar tersebut.

Data dilapangan, pemilik gudang tempat menimbun BBM, Ladiyo, kerjanya setiap hari, menimbun ribuan litervbensin digudangnya, bila seusai kula’an bensin di beberapa Pom Bensin.

Kemudian, bensin yang ditimbun di dalam gudangnya, setiap hari juga rutin dikirim ke beberapa pengecer bensin, yang berada di wilayah Kec Maron, Kecamatan Banyuanyar, hingga Kecamatan Tiris.

“Pastinya, pak Ladiyo, kula’an bensin itu ke beberapa Pom Bensin. Dan setelah hasil kula’an bensinnya, lalu ditimbun digudang berdekatan dengan pertokoan. Kemudian setiap hari, ribuan liter bensin itu dijual ke beberapa pengecer, dengan cara bensin dimasukan ke ratusan jerigen dikirim dengan pakai kendaraan pikupnya,” kata bebarapa saksi yang masih bertetangga dengan penimbun BBM tersebut.

Pada hari naas nya, dalam
peristiwa kebarakan yang menggemparkan warga itu, terjadi sekitar pukul 15.30 wib seusai waktu Ashar.

Korban meninggal dunia, Alimuddin (35), menantu pemilik gudang, Ladiyo (60) , warga dusun Kertah, Desa Sebaung./hm saudi hasyim jahur

Menurut saksi mata, saat itu pemilik gudang, Ladiyo, yang dikenal sebagai pedagang bensin eceran itu, bersama anak buahnya, mendatangi ke gudang tempat menimbun ribuan liter bensin tanpa memiliki ijin HO.

Mereka ber-empat, bermaksud memindahkan ribuan liter bensin dari beberapa drum ke jerigen yang berisi bensin 20 literan.

Tanpa menaruh curiga, saat asyik memindahkan bensin dari tabung drum ke jerigen, tiba-tiba disekitar lokasi di dalam gudang, ada percikan api dari alian listrik hingga menyambar bensin yang ada didalam jerigen.

Karuan saja, jerigen yang berisi bensin tersambar api hingga menyambar ke jerigen yang lain.

“Semula pak Ladiyo dan anak buahnya, tak mengira kalau api akan menyambar ke beberapa drum yang terisi bensin itu. Malah, Ladiyo, bersama anak buahnya masih nekat mencoba berusaha mematikan kobaran api didalam gudang itu. Namun kobaran api tambah membesar hingga menyambar dua buah drum dan terjadi ledakan yang sangat dahsyat. Saat itulah, ledakan drum mengenai Ladiyo dan mantunya hingga meninggal dunia,” jelas beberapa saksi yang mengetahui hal itu.

Gemparnya, Komandan Koramil Gending, Kapten Inf Edi Sotomo dan anggotanya, Koptu Santoso, bersama puluhan warga yang berusaha untuk membantu memadamkan api, juga terkena luapan api hingga mengalami luka bakar. Bahkan anggota Koramil, Koptu Santoso, mengalami luka bakar berat hingga dirujuk kerumah sakit Syaiful Anwar Kota Malang. “Saya juga laporan ke bapak komandan CPM, bahwa ada Danramil Gending turut kena kobaran api saat membantu memadamkan kobaran api di TKP,” jelas Letda Rahman, anggota CPM Probolinggo yang rumahnya berdekatan dengan lokasi gudang yang terbakar tersebut.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Drs H Hasan Aminuddin, suami Hj Puput Tantriana Sari SE, Bupati Probolinggo, bersama Dandim 0820 Probolinggo, Letkol Inf Imam Wibowo, Kapolres Probolinggo, AKBP Ferdy Irawan, dan Sekda, H Soerparwijono, dan Camat Gending, M Abduh, turun langsung mendatangi TKP, meninjau secara dekat ke lokasi kebakaran dan juga mendatangi ke 4 rumah sakit, untuk melihat langsung para korban yang terkena kobaran api hingga luka bakar tersebut.

“Saya datang ke para korban, agar mereka sabar menghadapi ujian ini. Dan saya doakan, semoga cepat sembuh,” kata H Hasan Aminuddin, mengaku biaya perawatan para korban dirumah sakit, akan ditanggung Pemkab Probolinggo.

Sementara, Kapolres Probolinggo, AKBP Ferdy Irawan, mengatakan, saat ini pihaknya masih fokus pada korban.

Namun seterusnya, ia akan memerintahkan Kasat Reskrim untuk melakukan penyelidikan terhadap kasus penimbunan BBM ilegal, dan kebakaran yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

“Kita akan dalami dulu, apakah kasusnya ada kelalaian dan penimbunan BBM tanpa ijin. Kalaupun nanti, ada pelanggaran tindak pidana murni, maka saya tidak segan-segan untuk menindak tegas,” ujar Kapolres, AKBP Ferdy Irawan, saat disela-sela kesibukan meninjau lokasi kebakaran tersebut.(aud/ind)