GPAN Siap Dukung Kejaksaan Agung Lakukan Eksekusi Mati.

JAKARTA,indonesiapost.co – Pelindung Gerakan Peduli Anti Narkoba (GPAN) Pusat, Brigjen Pol Drs Siswandi, siap mendukung Kejaksaan Agung, untuk segera melaksanakan eksekusi mati terhadap para nara pidana yang sudah mempunyai putusan tetap dari Pengadilan terhadap puluhan nara pidana dengan hukuman mati.

Penasehat GPAN, Brigjen Pol Drs Siswandi Bersama Anggota Melakukan Seminar Anti Narkoba./hm saudi hasyim jahur

Seperti yang telah dilakukan Eksekusi mati terakhir digelar pada akhir Juli 2016, yang saat itu, 14 orang terpidana sudah masuk ruang isolasi, tetapi di menit terakhir, hanya 4 orang yang dibawa ke depan regu tembak.
Sedangkan terpidana mati lainnya belum juga dilaksanakan hukuman mati.

Sehingga GPAN sangatlah perlu mendesak Kejaksaan Agung untuk segera menembak mati para terpidana mati tersebut.

“Eksekusi mati terpidana Narkoba harus segera dilaksanakan, guna menyelamatkan anak bangsa dari bahaya narkobaai??? tegas Siswandi, Minggu (30/7/2017) dan ketegasan itu tak lain guna menyelamatkan anak bangsa dari bahaya narkoba.

Siswandi berharap, sebagai bangsa yang besar Indonesia harus perang melawan Narkoba, dan tidak hanya sebatas Ai??retorika apalagi pencitraan untuk kepentingan politik.

ai???GPAN terdepan dukung eksekusi mati terpidana kasus narkoba.”jelas Siswandi, turut prihatin karena negara tidak boleh lemah menghadapi sindikat narkoba.

Selama ini, kata Siswandi, peredaran narkoba di Indonesia cukup mengkhawatirkan.

Pasalnya, hampir tiap hari banyak bandar atau pengedar yang berhasil ditangkap dengan barang bukti narkoba mencapai puluhan ton.

Bahkan beberapa bulan ini, 1,3 ton sabu yang ditangkap di Anyer dan Pluit, dan jutaan pil ekstasi masuk ke NKRI yang kita cintai ini.

Siswandi menjelaskan bahwa masalah narkoba ada tiga yaitu Supply, market dan rehabilitasi.

ai???Ketiga hal tersebut harus segera diatasi sebelum bencana Narkoba menghantam anak-anak Indonesia sebagai pewaris Republik Indonesiaai??? pintanya.

Hal ini juga dipertegas komentar pakar hukum pidana, Prof Dr Hibnu Nugroho, bahwa Presiden Jokowi, diminta segera mengeluarkan Perppu percepatan eksekusi mati kasus narkoba.

Perppu itu diharapkan memotong lambannya proses eksekusi mati yang telah tertunda, sehingga mafia narkoba akan memandang kewibawaan hukum Indonesia.

“Indonesia sudah darurat narkoba, sudah genting. Pemerintah perlu mengeluarkan Perppu Anti narkoba, salah satunya percepatan eksekusi mati,” kata pakar hukum pidana Prof Dr Hibnu Nugroho saat dihubungi Wartawan, Minggu (30/7/2017). Comprar flagyl online (tik/aud) Order lasuna garlic Order himcocid espanol