Gara-Gara Overdosis Minum Pil Koplo, Dua Warga Desa Kalibuntu Meninggal dunia.

PROBOLINGGO,Indonesiapost.co – Belum selesai hiruk pikuknya soal kasus carok yang mengakibatkan 3 pemuda mengalami luka tusuk diperut, di Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, pada Jumat malam (13/3/2020) lalu, kini warga Desa Kalibuntu dihebohkan lagi, dua pemuda tewas karena diduga kuat overdosis minum pil koplo allias pil anjing atau sering disebut pil ular putih.

Dua pemuda yang tewas minum pil syetan itu, diantaranya, Sa’roni (25) Dusun Penambangan dan Yudi (27), Dusun Durian, Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan.

Data dilapangan yang dihimpun Indonesiapost.co, menerangkan, empat hari lalu tepatnya hari Selasa (17/3/2020), korban pertama, Sa’roni (25) Dusun Penambangan, Desa Kalibuntu, kerjanya sebagai nelayan, meninggal dunia saat sedang bekerja mencari ikan di wilayah Muncar, Banyuwangi.

H Fathoni (kacamata hitam), Ketua HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) Kab Probolinggo, bersama Hm Saudi Hasyim Jahur, Ketua LSM Permasa (Perkumpulan Masyarakat Bersatu), meminta Polisi Segera Menangkap Pengedar Narkoba./Indonesiapost.co

Seperti biasanya, bila mau berangkat kerja, Sa’roni, menyempatkan diri minum pil koplo alias pil anjing, dengan maksud agar menambah stamina saat melaksanakan tugasnya mencari ikan ditengah lautan.

Namun karena diduga overdosis, Sa’roni, sekarat saat berlayar nyampek di Desa Muncar Banyuwangi. Teman-temannya berusaha menolong korban untuk dalrikan kerumah sakit, akan tetapi nyawa korban tak tertolong dan meninggal dunia.

Setelah diktehui korban meninggal dunia, Sa’roni, langsung dibawa pulang kerumahnya di Desa Kalibuntu, dan hari itu juga jenasah korban dikebumikan dikuburan umum.

Belum selesai 7 harinya, korban, Sa’roni, di tahilili oleh para tetangga. Hari Sabtu (21/3/2020) sekitar pukul 13.00 wib warga Desa Kalibuntu, dikejutkan lagi tewasnya, Yudi (27) warga Dusun Durian, Desa Kalibuntu.

Korban, Yudi, meninggal dunia dengan kasus yang sama yaitu overdosis minum pil koplo alias pil syetan.

Hari Kamis (17/3/2020) korban, Yudi, sekarat setelah minum pil koplo itu. Kemudian, Yudi, dilarikan kerumah sakit Waluyojati, Kraksaan.

Namun karena kondisi, Yudi, bertambah parah lalu korban, Yudi, dirujuk kerumah sakit dr Soebandi, Jember. Akan tetapi, nyawa korban tidak tertolong hingga meninggal dunia.

Selanjutnya, jenanah korban dibawa pulang ke Desa Kalibuntu, Sekitar pukul 17.00 wib, jenasah korban Yudi, nyampek dirumahnya.

Dengan peristiwa tersebut, para tetangga turut prihatin karena kedua korban meninggal dunia dengan kasus yang sama, yakni minum pil koplo yang dilarang keras oleh Pemerintah, karena pil koplo termasuk obat keras dan masuk katagori narkotika.

Para nelayan yang bekerja mencari ikan ditengah laut, membutuhkan tenaga yang kuat agar bisa berhari-hari ditengah lautan, dan bisa menangkap ikan dengan hasil yang merimpah ruah.

Sehingga para nelayan nekat membeli pil haram tersebut, karena ingin menambah tenaga yang fit, walau pil anjing atau pil ular putih itu termasuk obat keras dan dilarang diminum, bila tanpa resep dokter.

Salah satu tokoh masyarakat Desa Kalibuntu, H Fathoni, meminta para aparat penegak hukum khusus petugas Narkoba, untuk melakukan operasi di lapangan, agar peredaran pil anjing atau sering disebut pil ular putih itu, tidak leluasa dijual bebas oleh pengecer barang haram tersebut.

“Kami mohon pada pihak Kepolisian, segera melakukan operasi dan menyetop peredaran pil koplo yang meresahkan masyarakat,” pinta H Fathoni, Ketua HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) Kabupaten Probolinggo, Sabtu (21/3/2020) melalui ponselnya.

Sesuai Pasal 197 dan atau Pasal 196 Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, bahwa dengan sengaja mengedarkan obat keras tanpa izin atau ilegal dijerat dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara dan denda sebesar Rp 1,5 miliar.(aud/ind)