Dugaan Oknum Guru Selingkuh, Berbuntut Panjang. “Ketua PGRI Pertanyakan ke Dispendik, Tindakan Tegasnya”.

PROBOLINGGO,Indonesiapost.co – Dugaan selingkuh oknum guru SMP Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, Sug, warga Kota Probolinggo, diduga bergendak ria dengan istri orang, berbuntut panjang.

Pasalnya, usai diselesaikan secara kekeluarga dan difasilitasi oleh Ketua PGRI Kabupaten Probolinggo, Poernomo, bukannya membuat kasus itu sudah selesai.

Namun usai pertemuan antara oknum guru SMP Wonomerto, Sug, dengan, Kas, suami Er, guru PAUD, Kecamatan Gading, bukannya menyelesaikan masalah, akan tetapi menambah masalah, karena guru PAUD, Er, dipindah tugas dari Kecamatan Gading ke Desa Alasnyiur, Kecamatan Besuk.

Sedangkan, Sug, si pembuat gaduh yang diduga menggangu istri orang, tidak ditindak tegas, dan hingga kini, Sug, dengan santai tetap mengajar di SMP Wonomerto.

Ketua PGRI, Poernomo, mimpin Rakor Kepemimpinan Perempuan di SDN Lumbang.
Foto, Slamet (baju putih), keluarga, Kas, yang menuntut oknum guru SMP, Sug, dan lagi SMS, “Hello Sayangku” saat chating ke HPnya, Er./indonesiapost.co

Harusnya, kata Kas, oknum guru SMP, Sug, itulah yang harus dipindah tugas ke tempat yang lebih jauh, karena merekalah yang mengganggu istrinya.

Dan bila, Sug, dipindah tugas maka akan terkesan adil, dan oknum guru SMP itu, bisa ada efek jera, untuk tidak lagi menggoda istri orang.

“Istri saya dipindah tugas ke wilayah lain. Sedangkan, yang mengganggu istri saya bernama, Sug, tidak ditindak tegas. Ini kan tidak adil.”kesal Kas, mengaku istrinya, Er, guru PAUD dipindah tugas ke sekolah PAUD Desa Alasnyiur, Kecamatan Besuk.

Ketua PGRI Kab Probolinggo, Poernomo S.pd, mengakui sudah mempertemukan dengan kedua belah pihak, antara guru SMP, Sug, dengan sdr Kas, suami Er guru PAUD, Kecamatan Gading.

Menurut, Poernomo, mantan Kasek SDN Sebaung, menjelaskan, kalau guru SMP Wonomerto, Sug, mengaku tidak ada niat berselingkuh dgn ibu, Er.

“Saat main chating dengan ibu, Er, malah Sug, sering mengingatkan tentang memperbanyak ibadah, mulai shalat, berdoa dll,” kata Poernomo, menirukan ucapan Sug, saat ditanyakan pada guru SMP yang ditengarai nakal itu.

Namun Ketua PGRI, Poernomo, kini menjabat Kepala Sekolah SDN Klaseman, Kecamatan Gending, dengan bijak akan mempertanyakan pada Dispendik Kabupaten Probolinggo, tentang penyelesaian kasusnya.

“Sejauh ini saya belum tahu, ada tidaknya panggilan dari Dispendik Kabupaten kepada yang bersangkutan, tentang kasus dugaan selingkuh itu,” tutur Poernomo, berjanji akan kordinasi dengan Dispendik ini.

Seperti diberitakan Indonesiapost.co – Suami guru PAUD Kecamatan Gading, Kas, kesal karena istrinya, Er, telah dipindah tugas ke PAUD Desa Alasnyiur, Kecamata Besuk.

Padahal, sebelum peristiwa dugaan selingkuh ini, dalam rumah tangganya aman dan damai, sejak menikah tahun 1996 lalu hingga dikaruniai 3 orang anak.

Ketua PGRI Kab Probolinggo,Poernomo dan Slamet, (baju warna putih) keluarga pak Kas, turut protes terhadap oknum guru SMP, Sug./indonesiapost.co

Namun pada pertengahan tahun 2019 lalu, guru PAUD, Er, mulai sering chating di HPnya dengan Sug, dan keluar kota. Kemudian pada bulan Pebruari 2020, anak sulung mengadu ke ayahnya, Kas, bahwa ibu Er, sering chating dengan oknum guru SMP, Sug.

“Anak saya ngomong, kalau ibunya, Er, pernah ketemuan di Probolinggo kota, saat beli SIM ke kantor Polantas. Setelah saya tanyakan ke istri, mengaku hanya makan bersama dengan Sug, di rumah makan,” terang Kas, sambil menjelaskan, oknum guru SMP, Sug, itu bagaikan syetan gaya malaikat.

“Bilangnya, Sug, sering mengingatkan pada istri saya, Er, untuk memperbanyak ibadah, mulai shalat, dan berdoa. Pengakuan Sug Itu, namanya syetan bergaya malaikat. Buktinya, Sug, ternyata mengaku pernah mencium istri saya,” kata Kas, juga kesal karena Sug, bergaya sok suci, tapi pernah menjanjikan rumah baru untuk istri, Kas, warga Kecamatan Gading ini.(aud/ind)