Dua Tahun Menunggu Uang Tol Paspro, Belum Juga Cair. Ganti Rugi Jalan Tol Probowangi, Hari Rabu (18/3/2020) Ini, Sudah Cair. “KECEWA”

PROBOLINGGO,indonesiapost.co – Ratusan calon terdampak jalan tol Paspro (Pasuruan-Probolinggo) seksi IV (dari Kec Leces-Banyuanyar-Kec Maron), mengaku kecewa berat. Pasalnya, selama dua tahun sejak rapat sosialisasi hingga rapat tentang pencairan uang ganti rugi jalan tol tersebut, belum juga cair, padahal para petugas utusan PT Wakita Toll Road sebagai pengelolah, selalu berjanji tapi tidak tepat waktu.

Selama dua tahun sejak bulan April 2018 lalu, sudah 8 kali calon terdampak melakukan rapat bersama PPK (Pejabat Pembuat Kometmen), petugas BPN dan Camat Banyuanyar serta perangkat Desa Banyuanyar tengah, dan Desa Liprak kulon, yang dilaksanakan di kantor Kecamatan Banyuanyar, berjanji awal bulan Maret 2020, dipastikan uang ganti rugi jalan tol resmi dicairkan. Ternyata hingga bulan Maret 2020 ini, belum ada kabar beritanya.

Calon terdampak, HM Saudi Hasyim Jahur, Pimred Redaksi Indonesiapost.co, dan Petugas PPK (Pejabat Pembuat Kometmen), Supriyadi, dan Kades Banyuanyar Tengah, Zamroni./Indonesiapost.co

“Rapat terakhir, pada hari Kamis (7/2/2020) lalu, para calon terdampak bersama panitia P2T, BPN dan PPK, bahwa pencairan uang ganti rugi positip cair minggu depan atau awal bulan Maret 2020 ini,”jelas Kades Banyuanyar Tengah, Zamroni, mengaku kaget, banyak calon terdampak protes ke Kades, bahwa uang ganti rugi Probowangi (Probolinggo-Banyuwangi) yang seharusnya belum dicairkan, ternyata cair duluan, hari ini Rabu (18/3/2020), sudah dibagikan ke calon terdampak Desa Sukomulyo, Kecamatan Pajarakan.

Padahal, menurut calon terdampak jalan tol Paspro seksi IV (Leces-Maron), seharusnya calon terdampak jalan tol paspro seksi IV yang lebih duluan untuk mendapatkan uang ganti rugi.

“Kok aneh ya…uang ganti rugi jalan tol Paspro seksi IV, belum dicairkan, tapi uang tol Probowangi, sekarang telah dicairkan ke calon terdampak di Desa Sukomulyo, Kecamatan Pajarakan,” kesal H Saudi Hasyim Jahur, suami Hj Holifa, calon terdampak jalan tol Paspro Seksi IV di Desa Liprak Kulon.

Para calon terdampak, sudah hilang kesabaran, dan bilamana sampai akhir bulan Maret 2020, belum juga cair uang ganti rugi itu, maka para calon terdampak akan ngeluruk ke kantor PT Waskita Toll Road, Perwakilan Probolinggo.

“Saya bersama calon terdampak yang lain, InsyaAllah akan mendatangi kantor PT Waskita Toll Road, untuk minta kepastian tentang cairnya uang ganti rugi itu,” tegas H Saudi, sapaan akrabnya, yang juga Ketua LSM Permasa (Perkumpulan Masyarakat Bersatu) Probolinggo.

Masih menurut Kades Banyuanyar Tengah, Zamroni, kaget beredarnya kabar, 8 calon terdampak jalan tol Probowangi (Probolinggo-Banyuwangi), warga Desa Sukomulyo, Kecamatan Pajarakan, telah menerima uang ganti kerugian jalan tol, sempat menghubungi dan menanyakan pada petugas PPK, Supriyadi, melalui ponselnya.

“Pengelolah proyek jalan tol Probowangi, adalah Jasa Bina Marga. Sedangkan, proyek jalan tol Paspro Seksi IV yaitu PT Waskita Toll Road (WTR), dananya masih diproses di Bank. Dipastikan 4 minggu lagi, uang ganti rugi dipastikan cair,” kata Kades Zamroni, menirukan jawaban PPK Supriyadi.

H Saudi, konfirmasi ke bagian Keuangan PT Waskita Toll Road (WTR), Fathul Anwar, dengan bijaknya menjelaskan, dana ganti kerugian jalan tol Paspro Seksi IV, masih berproses di bank BTN.

Seharusnya, minggu lalu sdh dibayar. Mungkin akibat virus korona, semua jadi terkendala proses pencairannya.

“Info BTN saat ini, pengajuan dananya sudah diproses di pusat. Biasanya, 7 hari kerja sejak diajukan proses hingga dananya cair,” tulis Fathul Anwar, berusaha maksimal dan memastikan dalam minggu depan sudah bisa dibayar ke calon terdampak.

“Kami mohon maaf, atas keterlambatan ini,” tutur Fathul Anwar, dengan santunnya.(aud/ind)