Desa Sebaung, dikenal sebagai Desa “Jenki Jutiskap”. ( Ada Jendral, Kyai, Petinju, Artis dan Perampok Kakap).

PROBOLINGGO,Indonesiapost.co – Sejak penjajahan Belanda atau Indonesia sebelum Merdeka, ada sebuah Desa Sebaung, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, sudah dikenal dengan sebutan Desa gema ripah loh jinawi mempunyai artian, “Tenteram, makmur dan sangat subur tanahnya”.

Sebelum Indonesia merdeka tahun 1945, ada 330 Desa se Kabupaten Probolinggo, belum ada penerangan lampu PLN, dan hanya Desa Sebaung terlihat terang bendarang bila di malam hari, karena adanya penerangan lampu listrik sudah menyala disepanjang jalan Desa, sejak berdirinya Pabrik Gula (PG) milik Belanda tahun 1918.

Keluarga besar, KH Muchlas Achmad Ghozi, putra alm KH Fathullah dan seorang Jendral TNI Soemitro, tahun 70 an menjabat Pangkopkamtib./indonesiapost.co

Penerangan jalan Desa Sebaung adalah lampu penerangan listrik pakai tenaga Diesel milik Pabrik Gula tersebut, menjadikan Desa Sebaung dikenal juga sebagai Desa yang kaya dengan pertaniannya seperti tanam padi, bawang merah dan tanaman Tebu.

“Sejak jaman Belanda, Desa Sebaung, bila di malam hari, sudah terlihat dari kejauhan bersinar, bercahaya terang benderang. Pasalnya, di sepanjang jalan, hanya Desa Sebaung disinari penerangan lampu neon. Sedangkan Desa yang lain gelap gulita tidak ada penerangan lampu,”jelas tokoh sepuh, H Ridwan (96), saat dimintai berceritra soal Desa Sebaung.

Nama-nama artis Nasional, diantaranya, Muchlas Adiputra, Sony Jos, Jurianto, pemain gendang OM Monata, pernah meraih juara I penabuh gendang Nasional, dan petinju kelas ringan Nasional, Zaenal Fatah./hm saudi hasyim jahur.

Selain dikenal sebagai Desa gema ripah loh jinawi, Desa Sebaung juga dikenal sebagai Desa “Jenki Jutiskap”

Apa kepanjangan Desa “Jenki Jutiskap”? Tak lain dan tak bukan adalah Desa yang rakyatnya sebagian ada menjadi, “Seorang Jendral, Kyai/Ulama besar, dan Petinju Nasional, Artis Nasional, serta Perampok Kakap”.

Kantor &:Balai Desa Sebaung, dan Bangunan Pabrik Gula (PG) Gending, serta Kereta menderek puluhan lori mengangkut tebu./indonesiapost co

Siapakah seorang Jendral, Kyai/Ulama, Petinju, Artis dan perampok kelas kakap itu, tak lain adalah, Jendral TNI Soemitro (alm), KH Muchlas Ahmad Ghazi (alm), Kyai/Ulama terkenal, dan petinju Nasional, Zaenal Fatah, artis Nasional, Muchlas Adiputra, Sony Jos, penabuh gendang juara I Nasional, Juriyanto, dan AB perampok kelas kakap tak segan2 membacok korbannya, dan di tahun 1992 lalu pernah merampok rumah staf PG Gending dan ketangkap saat akan merampok dirumah Kepala Sekolah, Sulhan, warga Desa Randupitu. Kini perampok kakap itu sudah meninggal dunia.

“Alhamdulillah, rumah Jendral Soemitro, KH Muchlas Ghozi, artis Muchlas Adiputra, Sony Jos, Juriyanto (penabuh gendang) dan petinju Zaenal Fatah, masih satu Dusun dengan rumah saya, berkisar 100-200 meter saja. Artinya, semua ini tetangga dekat,”kata H Saudi Hasyim Jahur, pimred Indonesiapost.co, mengaku bangga anak Desa bisa berhasil sukses ketingkat Nasional./***