Cara Ampuh Bila Didatangi Debt Collector, Jangan Takut Motornya Disita.

PROBOLINGGO,Indonesiapost.co – Pembeli kendaraan bermotor secara kredit, wajib membayar angsuran yang telah ditentukan tiap bulannya.

Jika kreditur (pembeli kreditan) menunggak atau tidak membayar sesuai ketentuan yang disepakati, bisa saja didatangi pihak leasing seperti Debt Collector untuk menarik sepeda motornya.

Dalam beberapa kasus, kerap terjadi penarikan motor kredit secara paksa yang dilakukan oleh debt collector. Hal ini tentu membuat tidak nyaman hingga rasa ketakutan dan meresahkan kreditur atau pembeli yang kredit.

Kapolres Probolinggo, AKBP Eddwi Kurniyanto. Dan Ilustrasi para oknum debt collector, yang meresahkan kreditur./indonesiapost.co

Berikut tips menghadapi debt collector dari Kepolisian melalui media sosial Instagram @multimedia.humaspolri.

Bila kreditur menghadapi debt collector yang ingin menarik motornya, kreditur harus bisa bersikap tenang dan menanyakan beberapa surat resmi dari debt collector tersebut. Pasalnya, tidak sedikit leasing yang bekerja sama dengan debt collector “liar” yang tak berizin.

Apabila ada debt collector tak mampu menunjukan surat tugas dan surat kuasa, pemilik kendaraan (kreditur) diharapkan tak memberikan kendaraannya.

Hal pertama yang harus ditanyakan oleh kreditur, adalah identitas resmi debt collector yang hendak menarik kendaraan.

Setelah itu pemilik kendaraan berhak menanyakan identitas lainnya, seperti kartu sertifikasi profesi yang dikeluarkan Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI).

Selain itu, debt collector (penagih) juga harus memiliki surat kuasa dari perusahaan finance, saat hendak mengambil kendaraan yang belum melakukan pembayaran tagihan.

Terakhir, debt collector harus memiliki sertifikat jaminan Fidusia.

Bila debt collector (penarik) tak memiliki keempat surat tersebut, pemilik kendaraan dihimbau tak memberikan kendaraannya dengan sopan.

Jika debt collector-nya masih memaksa, apalagi dengan mengancam, pemilik kendaraan bisa meminta bantuan Aparat Kepolisian.

Menanggapi hal ini, Kapolres Probolinggo, AKBP Eddwi Kurniyanto, sangat respek terhadap keluhan masyarakat terkait sepak terjang Debt Collector yang dikenal sebagai penagih atau penyita sepeda motor secara paksa, terkesan kian meresahkan warga pemilik kendaraan bermotor.

Dalam waktu dekat, Kapolres AKBP Eddwi, panggilan akrabnya, berencana akan memanggil semua bank (leasing) diwilayah hukumnya yang selama ini menggunakan jasa debt collector tersebut .

Seperti diketahui, pekan lalu prilaku jasa penagih hutang (debt collector) atas kredit kendaraan bermotor yang menggunakan cara yang tidak beretika dan cenderung mengarah pada kekerasan saat menjumpai para penunggak kredit dijalanan.

Bahkan ulah debt collector ini terindikasi menjurus kearah pidana dengan menggunakan bondet (bom ikan) untuk mengancam warga, seperti yang dialami, H Lutfi Hamid, salah satu tokoh masyarakat Kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, yang nunggak bayar kreditan motornya.

Tidak terima ulah debt collector yang sok jagoan itu, membuat H Lutfi Hamid, melapor ke Polresta Probolinggo, karena tempat kejadian perkara (TKP) tentang pengancaman atau meneror dng bondet itu dilakukan diwilayah hukum Polresta Probolinggo.

“Semoga rencana Kapolres Probolinggo, AKBP Eddwi Kurniyanto, akan menindak tegas preman berkedok debt collector yang meresahan warga, segera terwujud.”kata H Samsul Arifin alias H Fathoni, warga Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan.(toni/ind)