Camat Tiris Berharap Bumdes Ranugedang dan Perum Perhutani Lumajang, Perlu MoU Terkait Destinasi Wisata “Betitang”

PROBOLINGGO,Indonesiapost.co – Bumdes (Badan usaha milik desa) merupakan usaha desa yang dikelola oleh Pemerintah Desa, dan berbadan hukum. Sehingga Pemerintah sangat mendukung dan mendorong, bila pengurus Bumdes khususnya Desa Ranugedang, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, yang berhasil sukses mengelolah dibidang wisata yakni mampu mempermak suatu tempat dijadikan obyek wisata yang dikenal dengan wisata “Betitang”.

Bukit alam di kaki gunung Lamongan itu, Betitang kini mampu menghipnotis para wisatawan yang datang dari berbagai penjuru daerah, untuk melihat langsung keindahan panorama alamnya.

Camat Tiris, Drs Imron Rosyadi, (baju batik no 2 dari kiri), saat silaturahim ke salah satu tokoh masyarakat, H Sutomo, mantan Kades Desa Segaran (baju kaos warna kuning)./Indonesiapost.co

Dan didukung dengan beberapa bangunan Gasebo, sebagai tempat peristirahatan bagi wisatawan, sambil minum kopi lokal yang disediakan oleh para penjual, yang juga menyediakan makanan kecil seperti pisang goreng dan lainnya. Sehingga wisatawan merasa krasan melihat keindahan panorama Betitang tersebut.

Namun setelah banyak wisatawan dari berbagai daerah berkunjung ke lokasi wisata alam “Betitang”, ada rumor beberapa minggu ini, bahwa pihak Perum Perhutani Kabupaten Lumajang, mengkleim lokasi wisata alam yang indah penuh pesona itu, masuk dikawasan hutan milik Perum Perhutani Lumajang.

“Lokasi wisata betitang itu, masuk wilayah Desa Ranugedang, dan sebagian kawasan hutan itu, bisa jadi milik Perhutani, “aku Camat Tiris, Drs Imron Rosyadi, saat ditemui Indonesiapost.co dirumah salah satu tokoh masyarakat, H Sutomo, Desa Segaran, hari Kamis (23/7/2020) .

Lebih jauh dikatakan Camat Tiris, Imron, sapaan akrabnya, sebagai Kepala Wilayah sangatlah turut ikut peduli dan memberikan masukan kepada Desa Ranugedang, ataupun kepada pihak Perum Perhutani, agar ke depan destinasi wisata Betitang, berjalan sukses hingga menjadi obyek wisata berkelas nasional, maka sangat lah perlu dilakukan MuO (nota kesepakatan) antara Desa Rnugedang dengan pihak Perum Perhutani.

“Agar tidak saling mengkleim dan merasa memiliki, saya akan mencoba memberikan solusi untuk dilakukan MoU, sehingga nanti sama-sama saling berbuat dan berusaha untuk memajukan destinasi wisata betitang itu,” terang Imron, berharap dan mencoba untuk memfasilitasi kedua instansi tersebut.

Perlu diketahui, destinasi wisata Bukit Betitang, salah satu wisata alam baru yang mempesona dan sangat indah pemandangan alamnya, yang berada dikaki gunung Lamongan, tepatnya di Desa Ranugedang, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo.

Hal ini diakui, salah satu pengunjung asal Situbondo, Ramdan, menuturkan, mengetahui lokasi Bukit betintang, dari media sosial (Medsos) yang banyak menampilkan gambar-gambar keindahannya.

“Saya datang bersama teman-teman, untuk menikmati libur akhir pekan. Perjalanan menuju ke sini membutuhkan stamina yang prima, tapi rasa lelah akan terbayar tuntas dengan keindahan alam di bukit ini,” terangnya.

Menariknya lagi, para pengujung yang sudah berada dilokasi wisata Betitang, dan di bukit itu, bisa melihat Kota Kraksaan dan pemandangan PLTU Paiton, karena lokasi wisata Betitang berada diketinggian 1.500 M diatas dari permukaan laut.

“Di puncak bukit ini, bisa melihat suasana Kota Kraksaan, dan PLTU Paiton. Sedangkan pada malam hari bertabur bintang, dengan cuaca yang sejuk menyegarkan,” pungkasnya.(son/ind).