Bupati Hj Tantri Kampanyekan, Untuk Menjauhi Limbah Plastik.

PROBOLINGGO,Indonesiapost.co – Dengan segala cara agar masyarakat Kabupaten Probolinggo menjauhi limbah plastik atau harus bersih dari limbah plastik, menjadikan Bupati Probolinggo, Hj Puput Tantriana Sari SE, bersama aparat Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo, Minggu (8/9/2019) pagi, membagikan 200 tas recycle (daur ulang) kepada produsen dan masyarakat, untuk diteruskan pada konsumen sehingga menjadi pembelajaran bersama dalam hal mengurangi limbah plastik.

Pembagian cuma-cuma tas belanja yang terbuat dari kain itu, sebagai upaya untuk mendukung komitmen dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo, untuk terus berikhtiar mengurangi limbah plastik.

Bupati Cantik, Hj Puput Tantriana Sari SE, bersama suami, Drs H Hasan Aminuddin Msi, membagikan tas daur ulang dari kain, yang dikenal sangat dekat dengan masyarakatnya./indonesiapost.co

Tidak tanggung-tanggung, puluhan tas recyle tersebut dibagikan kepada masyarakat dalam kegiatan car free day di sepanjang Jl Imam Bonjol, Kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.

“Dalam car free day kali ini, kami juga mengkampanyekan pengurangan sampah plastik, dengan membagi tas belanja kain, yang nanti harapannya bisa dimanfaatkan saat berbelanja,” tutur Bupati cantik, Hj. Puput Tantriana Sari, SE, yang dikenal luwes dan tegas tersebut.

Terkait dengan kampanye dan instruksi pengurangan sampah plastik, jelas Hj Tantri, pihaknya sudah mengeluarkan SK Bupati Probolinggo dan instruksi Bupati Probolinggo.

Hal ini akan terus didengungkan bersama, dan harapannya mempunyai kesadaran penuh, bahwasanya secara tidak langsung tidak menerima akibat dari menumpuknya sampah plastic, tetapi secara perlahan ini akan menjadi permasalahan.

“Telah kita dengar data dari WHO terkait adanya kontaminasi mikroplastik, yang mengkontaminasi minuman-minuman kemasan. Secara langsung, itu tidak kita rasakan, tetapi kita tidak tahu 5-10 tahun lagi, pastilah juga memberikan efek pada tubuh kita. Jadi ini memang sesuatu yang sangat krusial untuk bersama-sama berjuang mengurangi sampah plastik,” tegasnya.

Oleh karena itu, kata Hj Tantri, selalu menghimbau kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Probolinggo, ASN (Aparatur Sipil Negara) dan perusahan-perusahaan, untuk bersama-sama mewariskan lingkungan yang lebih nyaman dan lebih aman bagi diri sendiri, serta utamanya bagi anak-anak untuk 5, 10 dan 20 tahun mendatang, agar dengan lebih bijak tidak menggunakan plastik. (Info/ind)