Brigjen Pol (P) Siswandi: “Saya Kecewa Berat, Oknum Fraksi PKS Wacanakan Ganja Dilegalkan & Menjadi Komoditas Ekspor. “Terlalu”

JAKARTA,Indonesiapost.co – Ketua Umum Generasi Peduli Anti Narkoba (GPAN) Brigjen Pol (P) Drs Siswandi, mengaku kecewa berat dan sangat menolak keras upaya pihak tertentu melegalkan ganja atau menolak ganja bebas dijual. 

Bahkan wacana barang haram (ganja) itu mau bebas dijual, muncul pernyataan dari oknum anggota Komisi VI DPR Fraksi PKS, Rafli, bahwa ganja dapat memenuhi kebutuhan farmasi dan bisa menjadi komoditi ekspor.

Bagaikan disengat lebah di panas terik matahari, mantan petinggi BNN, Drs Siswandi, “gregeten” dan merasa pusing, mendengar isu bahwa ganja yang termasuk Narkotika Golongan I akan dilegalkan, dan juga menjadi bahan ekspor.

Mantan Kapolri, Jendral Pol (P) Drs Tito Karnavian, Petinggi BNN, Komjen Pol (P) Drs Nanang Iskandar, dan Ketua GPAN, Brigjen Pol (P) Drs Siswandi, bersama dua artis lawak, Tesy dan Polo./indonesiapost.co.

“Yang bener saja, ganja akan dijadikan komuditas ekspor. Saya heran dan tak habis pikir, kok ada anggota Dewan nekat wacanakan ganja dilegalkan. Padahal, di Undang Undang RI Nomor 35 tahun 2009, jelas-jelas disebutkan Ganja adalah Narkotika Golongan 1 dilarang, dan ancaman hukumannya sangat berat. Kok seenaknya, ngomong barang haram itu diusahakan bisa eksport dijual bebas. TERLALU,” tolak Siswandi, melalui siaran persnya via ponsel, Minggu (02/02/2020), dan menjelaskan, sebagai oknum anggota Dewan, seharusnya dukung program Pemerintah yaitu menyelamatkan anak bangsa dari penyalahgunaan narkotika.

Siswandi, sangat menyayangkan oknum anggota DPR RI dari fraksi PKS itu, bahwa Rafli, diduga belum faham tentang Undang Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang larangan Narkotika tersebut.

“Bagaimana Negeri tercinta ini, yang sudah mengalami bencana narkoba, dan sudah ribuan nyawa melayang gara-gara kena narkoba termasuk ganja, kok tega-teganya oknum Dewan mewacanakan ganja dilegalkan. Apakah tidak ada kerjaan lain, kok seenaknya main omongan ngawur,” tandas Siswandi.

Mantan Kapolresta Cirebon ini, membayangkan dan menggambarkan ke depan NKRI, jadinya seperti apa, bila ganja bebas dikonsumsi untuk anak bangsa Indonesia.

Dengan ketar-ketir, Siswandi, memperkirakan Indonesia yang sudah darurat narkoba, dan bagaimana susah payahnya BNN dan Polri memberantas narkoba, bisa jadi anak bangsa bakal rusak moralnya karena sudah kecanduan ganja.

Bahkan mantan Kasat Reskrim Polres Probolinggo, Jatim, tahun 1995 lalu ini, Siswandi, mengaku bangga dan mengapresiasi delegasi Indonesia di pertemuan dunia (PBB) tahun lalu, dengan jerih payah berjuang untuk memberantas narkotika. Sehingga Pemerintah sangat getol untuk memberantas narkotika.

“Kalau Pemerintah sudah siap memberantas narkotika, seharusnya di gedung dewan yang terhormat, dari oknum anggota fraksi PKS, turut mendukung program Pemerintah, dan jangan melegalkan pemakaian ganja. “Ironis, dan tidak pantas ide itu muncul di gedung dewan,” kecam Siswandi, dan harusnya anggota dewan faham tentang Undang Undang, wong yang bikin UU juga dewan.

Beberapa sumber menyatakan, reaksi wacana ganja akan dilegalkan, lantaran adanya pernyataan dari anggota Komisi VI DPR Fraksi PKS, Rafli, bahwa ganja dapat memenuhi kebutuhan farmasi dan menjadi komoditi ekspor.

Ia mengusulkan, hasil dari tanaman ganja dijadikan sebagai komoditas ekspor Indonesia. Sebab, ganja bisa digunakan sebagai bahan dasar farmasi. Rafli menilai, klaim ganja berbahaya itu hanya merupakan konspirasi global.(sis/ind)