Brigjen Pol (P) Drs Siswandi: “Kalau Bergaya Sok Suci. Jadinya, WS, Ketangkap KPK. “Memalukan”.

JAKARTA,Indonesiapoat.co – Menyalahkan orang, sangat mudah dilakukan dari pada mengoreksi diri sendiri, dengan kata lain, kita menuding orang punya banyak salah, sedangkan diri sendiri merasa bersih. Padahal, yang menuding orang lain penjahat, ternyata diri sendiri berani berbuat kejahatan termasuk korupsi atau suap.

Hal ini mungkin cocok bagi Wahyu Setiawan, oknum Komisioner KPU setelah masyarakat banyak tahu ditangkap KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), hari Rabu (8/1/2020) saat berada di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng.

Menanggapi hal ini, Brigjen Pol (P) Drs Siswandi, Dewan Pendiri LBH “Panji Keadilan”, berkantor di jalan Gunawarman no 75 Kebayaron baru, Jakarta, mengaku kaget dan heran, karena selama ini Komisioner KPU (Komisi Pemilihan Umum) dikenal jujur dan akuntabel.

Mantan Kapolri, Jendral Pol (P) Drs Tito Karnavian dan Brigjen Pol (P) Drs Siswandi, mantan Petinggi BNN, juga mantan Kasat Reskrim Polres Probolinggo di tahun 1995 lalu./indonesiapost.co

Lebih-lebih, sosok komisioner Wahyu Setiawan, dikenal sebagai orang yang bersih dan vokal bila bicara soal pemberantasan korupsi. Ternyata kini, nekat menerima suap hingga tertangkap KPK. “Memalukan”.

“Kalau gayanya, saya percaya, sok alim dan menjanjikan. Seperti, dia lah yang paling Jujur. Ternyata, hatinya tergoda juga dengan setan, hingga mau makan uang haram,”kesal Siswandi, Jumat (10/1/2020) melalui ponselnya, sambil menjelaskan, seseorang yang jujur biasanya tak banyak ngomongin orang.

Dijelaskan lebih jauh, kata Siswandi, mantan Kapolresta Cirebon ini, sangat menyayangkan sekali ulah Wahyu Setiawan, telah mencoreng nama Komisioner KPU yang lain, dan selama ini kredibilitas KPU tidak pernah terjadi kecurangan, baik soal pilpres, pilkada dan pileg, serta dipahami jujur dalam bertugas.

“Kalau sok suci, jadinya seperti pak Wahyu, kena dengan hukum Tuhan kejentuk sendiri. Berarti Allah baru membuka Aib nya Komisioner KPU, yang selama ini aman-aman saja kiprahnya.🤣
Ketika Aib sudah dibuka, maka habislah Reputasi nya, yang selama ini di-bangga-banggakan sebagai orang jujur, ternyata Ending nya menjadi gak benar.” kata Siswandi, berharap Komisioner yang lain bisa menjadikan suatu pelajaran yang sangat berharga.

Padahal dulunya, kata Siswandi, Wahyu dikenal sebagai komisioner KPU yang selama ini bersuara lantang mengenai isu korupsi. Wahyu juga bersuara lantang, dalam menentang mantan terpidana korupsi mendaftar sebagai calon anggota legislatif Pemilu 2019.

Seperti yang diketahui pada Pilkada 2018 lalu. Wahyu Setiawan menyatakan KPU ingin membuat larangan bagi mantan terpidana korupsi mendaftar sebagai calon Kepala Daerah melalui peraturan KPU (PKPU).

Pria kelahiran Banjarnegara ini bersikeras ingin menerapkan itu walaupun Komisi II DPR menolak.

Pada saat itu, DPR menolak lantaran UU No. 10 tahun 2016 tentang Pilkada tidak memuat larangan bagi mantan terpidana korupsi. Dan akhirnya, larangan KPU menolak koruptor
dibatalkan oleh Mahkamah Agung.

Menurut dirinya, korupsi merupakan kejahatan luar biasa, dan koruptor telah mengabaikan amanah yang diberikan.

Dewan Pendiri LBH Panji Keadilan, Brigjen Pol (P) Drs Siswandi dan foto Oknum Komisioner KPU, Wahyu Setiawan, saat kena OTT KPK di Bandara SukarnoHatta Cengkareng./hm saudi hasyim jahur

Namun yang terjadi, hari Rabu (8/1/2020) Wahyu Setiawan, kena OTT KPK saat berada di Bandara Sukarno-Hatta, Cengkareng.

Menurut Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar, menyatakan, Wahyu ditetapkan sebagai tersangka setelah rangkaian operasi tangkap tangan di sejumlah lokasi yang menjaring sebanyak delapan orang.

“Dalam kegiatan tangkap tangan ini, KPK mengamankan delapan orang pada Rabu-Kamis, 8-9 Januari 2020 di Jakarta, Depok, dan Banyumas,” kata Lili dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Kamis (9/1/2020).

Lili menuturkan, OTT bermula dari adanya informasi terkait dugaan permintaan uang dari Wahyu kepada Agustiani Tio Feidelina, mantan anggota Badan Pengawas Pemilu yang juga merupakan orang kepercayaan Wahyu.

Setelah mendapat informasi tersebut, tim KPK mengamankan Wahyu dan Rahmat Tonidaya, asisten Wahyu, di Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu (8/1/2020) pukul 12.55 WIB kemarin.(sis/ind).