Brigjen Pol (P) ADV Drs Siswandi, Acungi Jempol Kapolres Ferdy Irawan: “Kalau Terbukti Pengguna Narkoba, Ya di Rehabilitasi”.

PROBOLINGGO,IndonesiaPost.co – Kapolres Kabupaten Probolinggo AKBP Ferdy Riyanto, dengan tegas menyampaikan kepada puluhan LSM bahwa apabila petugas Satuan Resnarkoba Polres Probolinggo berhasil menangkap pengguna narkoba, dan disertai alat bukti yang akurat bahwa tersangka itu benar-benar pengguna narkoba, maka Kapolres Ferdy Irawan, akan memberikan langkah hukum secara profesional yakni pengguna narkoba akan direhabilitasi dan bukan dihukum.

Hal ini sudah diatur didalam Undang Undang Republik Indonesia (UU RI) Nomor 35 Tahun 2009, yang menyatakan, pengguna narkoba tidak harus dihukum tapi diobati atau disembuhkan melalui Rahabilitasi.

“Tapi sekalipun tersangka mengaku sebagai pengguna, dan penyidik satnarkoba menemukan bukti kuat, ia pernah ikut menjual sebagai pengedar narkoba, pasti kita akan menindak tegas dan tersangka harus dihukum,” kata AKBP Ferdy Irawan, saat ada pertanyaan dari salah satu LSM, tentang pengguna narkoba dan pengedar, di acara Cangkruan Kamtibmas dengan puluhan LSM di rumah makan “Jebbing” Dringu, Probolinggo, Jatim, Senin malam (13/7/2020).

Ketum Gerakan Peduli Anti Narkoba (GPAN), Brigjen Pol (P) ADV Drs Siswandi, mantan Kasat Rrskrim Probolinggo 1995, bersama HM Saudi Hasyim Jahur, LSM Permasa (Perkumpulan Masyarakat Bersatu)./Indonesiapost.co

Menanggapi hal itu, mantan Petinggi BNN, Brigjen Pol (P) ADV Drs Siswandi, kini Ketum Gerakan Peduli Anti Narkoba (GPAN) Jakarta, acungi jempol pada Kapolres Probolinggo, Ferdy Irawan, telah konsisten berpegang teguh UU RI nomer 35 tahun 29 tentang keberadaan narkoba.

“Saya salut dan acungi jempol untuk Kapolres, AKBP Ferdy Irawan, secara adil berpegang teguh pada UU RI nomer 35 tahun 29, tentang narkoba, bahwa pengguna narkoba, tidak dikriminalisasi atau tidak harus dihukum, melainkan pengguna narkoba perlu direhabilitasi,” kata Brigjen Pol (P) Adv Drs Siswandi, saat dimintai tanggapan Indonesiapost.co, hari Selasa pagi (14/7/2020) melalui ponselnya.

Lebih jauh dikatakan, Siswandi, mantan Kasat Reskrim Polres Probolinggo tahun 95 lalu, bahwa sudah sering kali sejak tahun 2018 lalu, GPAN (Gerakan Peduli Anti Narkoba) mengirim surat pada Presiden Jokowi, Menkum HAM RI, Yosonna Laoly, ke Jaksa Agung, dan Kapolri, yakni Pemerintah harus merubah paradigma tentang penegakan hukum khususnya kasus narkoba, yaitu pengguna narkoba maupun pecandu, tidak dikriminalisasi atau tidak harus dihukum, melainkan perlu direhabilitasi atau diobati disembuhkan.

Apalagi, pengguna narkoba ataupun pencandu narkoba adalah korban atau sakit dan bukan pengedar. “Kalau penegak hukum, bisa membuktikan tersangka sebagai pengedar, ya harus dihukum berat, bila perlu dihukum mati,” tegas Siswandi, mantan Kapolresta Cirebon 2005 lalu.

Kapolres Kabupaten Probolinggo AKBP Ferdy Riyanto (tengah baju warna hitam) didampingi Kasat Intel, AKP Puji S (paling kiri,red)./Indonesiapost.co

Selama ini, kata Siswandi, adik kandung Irjen Pol (P) Sisno Adiwinoto, mantan Kadiv Humas Mabes Polri, menyatakan, Pemerintah dianggap gagal menangani korban maupun pecandu narkoba. Seharusnya, para korban pencandu narkoba direhabilitasi karena sudah diatur Undang Undang Republik Indonesia (UU RI) Nomor 35 Tahun 2009.

“Jadi saya berharap, agar Pemerintah dalam hal ini pak Menkum HAM, Yosonna Laoly, untuk segera mengetrapkan UU RI no 35 th 2009 itu. Paling tidak ditahun 2020 ini, para korban narkoba direhabilitasi jangan dihukum,” harap Siswandi, sangat mendukung ketegasan Kapolres Probolinggo, AKBP Ferdy Irawan, mantan KPK anti rasuah, yang secara profesional menindak pengguna narkoba, direhabilitasi tapi bagi pengedar narkoba harus dihukum berat.(ton/min/ind)