Berkat Doa Orang Tua, Syaiful Islam, Bisa Cium Hajar Aswad di Ka’bah

MEKKAH,Indonesiapost.co – Salah satu jamaah Umroh, Syaiful Islam bersama istri, Setyo Wulandari, warga Desa Banyuanyar Lor, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, berangkat ke tanah suci Madinah dan kota suci Mekkah, mengaku senang dan bangga karena selama 3 hari di kota Madinah dan 4 hari berada di kota suci Mekah, tiap hari rutin sholat berjamaah, mulai sholat Dhuhur hingga sholat Subuh di dekat Raudho masjid Nabawi, dan sholat berada di depan Ka’bah.

Yang lebih terkesan dan gembira lagi, Syaiful Islam, berhasil mencium hajar Adwad yang berada dipojok tenggara dekat pintu Ka’bah tersebut.

Padahal, kata Syaiful, panggilan akrabnya, tanpa ijin Allah SWT bagi jamaah sulit untuk bisa mencium batu hitam, asli batu dari surga tersebut.

Namun dengan kemauan tinggi dan disertai doa memohon pada Allah SWT agar diberi kemampuan untuk bisa mencium hajar Aswad, akhirnya Syaiful dengan mudahnya mencium batu hitam itu sampai tiga kali.

“Semula saya telpon Aba dan Umi dari masjidil Haram ke Indonesia, dan memohon pada orang tua agar di-doa-kan ke Allah SWT, agar saya bisa mencium hajar Aswad.

Dan waktu itu orang tua langsung merespon, “silahkan mencium Hajar Aswad, akan saya doakan dari Indonesia agar Syaiful dengan mudah mencium hajar Aswad,”tutur Syaiful, mengenang ucapan doa orang tuanya.

Seusai dapat restu dari orang tuanya, sambil membaca solawat Nabi, Syaiful, berusaha menerobos kerumanan ribuan jamaah umroh yang berebutan untuk mencium batu hitam dari surga itu.

Subhanallah, atas ijin Allah SWT dengan mudahnya Syaiful berhasil mencium hajar Aswad tersebut.

“Usai berhasil mencium hajar aswad, saya langsung menghindar dari ribuan jamaah yang berebutan untuk mencium hajar aswad itu.”terang Syaiful, mengaku sempat istirahat duduk di dalam masjid dekat lokasi tawaf.

Namun setelah satu jam istirahat sambil wiritan di masjidil haram, Syaiful, ketagihan untuk mencium hajar aswad yang kedua kalinya.

Alhamdulillah tanpa kesulitan, Syaiful berhasil kembali mencium hajar aswad hingga tiga kali.

“Saya yakin, semua yang dilakukan ini berkat doa orang tua sampai saya bisa mencium tiga kali hajar Aswad tanpa ada rintangan,”akunya.

Syaiful Islam dan istrinya, Setyo Wulamdari didepan masjid Nabawi, Madinah, dan rutin solat di tempat Raudho dekat makam Rosulallah Nabi Muhammad SAW./hm saud.

Semula jamaah umroh berangkat ke tanah suci Madinah dan Mekah melalui tour Travel Harity Al-Rasid, pada hari Rabu (21/11/18) hingga hari Kamis (29/11) melalui bandara Juanda Surabaya langsung terbang ke bandara King Abd Azis di kota Jedah, Arab Saudi.

Sampai di kota Jedah, sebanyak 31 jamaah Umroh tersebut menumpang Bus menuju ke kota Madinah. Selama 3 hari menginap di hotel bintang 5 di kota Madinah itu, para jamaah umroh, rutin sholat berjamah dimasjid Nabawi.

“Usai makan pagi, para jamaah ziarah ketempat-tempat sejarah perjuangan Nabi Muhammad SAW seperti tempat peperangan di jabal Uhud,”crita Syaiful, langsung ziarah ke makam paman Nabi bernama Hamzah, yang meninggal dunia pada saat perang Badar di uhud.

Setelah tiga hari di kota Madinah, para jamaah meneruskan ke kota suci Mekah.

“Sebelum berangkat ke kota suci Mekah, jamaah miqod di masjid Bir Ali dengan memakai baju ihram niat Umroh,”tutur Syaiful.

Selanjutnya, para jamaah Umroh dengan baju ihram meluncur ke kota suci Mekah dengan menempuh waktu sekitar 3,5 jam sampai di hotel di kota Mekah.

“Sampai dikota Mekah para jamaah melaksanakan Tawaf di masjidil haram dan Sa’i lalu tahalul.”akunya.

Kemudian, para jamaah umroh bermalam dihotel selama 4 hari.

“Alhamdulillah, semua jamaah sehat dan istiqomah sholat berjamaah di masjidil haram,”kata Syaiful, dan hari ini Kamis malam para jamaah umroh pulang ke Indonesia dan hari Jumat (30/11/18) jamaah umroh sampai dirumahnya masing-masing.(hur/ind).