Berkat Bersholawat Nabi, Sukses 1 Kali Haji & 5 Kali Umroh, Secara Gratis

PROBOLINGGO,indonesiapost.co – Pada Umumnya orang kaya sebagai umat Islam, pastilah mengerjakan rukun islam yang ke lima yakni menunaikan ibadah Haji ataupun Umroh.

Namun bila ada seseorang yang hidupnya biasa saja, lalu bisa melaksanakan Haji dan Umroh hingga 5 kali, secara Gratis, mungkin ini suatu mukjizat dari Allah SWT.

Hal ini dialami, saya sendiri, (H Saudi, pimred indonesiapost.co), mempunyai pengalaman dan kisah nyata bahwa sukses melaksanakan Haji 1 kali dan Umroh 5 kali, ke tanah suci Mekkah & Madinah, Arab Saudi, dengan tanpa biaya alias gratis.

Apa rahasianya, tanpa punya uang bisa melaksanakan Haji dan Umroh sampai 5 kali.?

Guru saya spiritual, Drs H Hasan Aminuddin, anggota DPR RI Komisi VIII, dan saya, HM Saudi Hasyim Jahur, bersama istri, Hj Kholifah, saat melaksakan Haji tahun 2005. Kemudian tahun 2008 dan 2009 Umroh, dibayarin orang nomer 1 di Probolinggo.
Tahun 2010 dibayarin mantan Walikota Probolinggo, tahun 2012 Umroh dibayarin salah satu pengusaha dan tahun 2019 Umroh ini dibayarin mertua./indonesiapost.co

Inilah penuturan saya, dan semoga apa yang saya sampaikan bisa bermanfaat bagi pembaca media online indonesiapost.co.

Jujur… sewaktu saya masih bujangan sekitar tahun 70 an, saya terjerat kenakalan remaja. Bahkan sampai saya berurusan dengan Polisi hingga saya sempat ditahan atau di sel diruang tahanan Polres.

Sehingga orang tua saya semaksimal mungkin berusaha agar saya ditangguhkan tahanan luar dari ruang sel tahanan Polres tersebut.

Alhamdulillah setelah 3 hari saya ditahan, akhirnya ditangguhkan tahanan luar dengan catatan saya tidak berulang lagi atas perbuatan yang jahat tersebut.

Setelah keluar dari tahanan Polres, akhirnya saya dihadapan ibu kandung, bersujud meminta maaf dan bersumpah untuk bertobat. “Ibu…Maafkan kesalahan kami. Dan kami bertobat,”tutur saya sambil menangis dipangkuan ibu kandung sambil bersujud dihadapannya.

Setelah bersumpah dipangkuan ibu kandung, lalu saya berjanji pada diri sendiri bahwa saya tidak akan keluar rumah selama ibu kandung melarangnya.

Sehingga setiap hari dan malam saya lebih banyak menghadap pada Allah SWT, baik sholat wajid ataupun sholat sunnah.

Dan yang perlu banyak tahu bagi pembaca, apa dirahasia lain yang dilakukan saya? Tak lain, saya setiap malam tidak pernah tidur.

Setiap hari, saya siang dan malam selalu berada didalam kamar, kalaupun saya keluar kamar, hanya untuk makan ataupun mandi. Selanjutnya, saya pada siang dan malam selalu membaca solawat Nabi Muhammad SAW, tanpa menghitung banyaknya bacaan solawat Nabi tersebut.

“Saya berhenti membaca solawat Nabi, bila mau mandi atau makan. Selesainya itu, saya masuk kamar dan membaca solawat Nabi lagi.” itulah yang saya lakukan siang dan malam.

Dari hari ke hari, minggu ke minggu, dan minggu ke bulan hingga tak terasa saya sudah 7 bulan berada di dalam kamar yang saya lakukan hanya bersolawat Nabi Muhammad SAW.

Untungnya orang tua saya menyadari dan seneng melihat saya tidak keluar rumah. Sehingga saya banyak kesempatan wiritan bersolawat pada Nabi Muhammad SAW.

Bahkan saya hampir dinyatakan gila oleh sebagian keluarga, karena saya jarang keluar rumah.

“Jujur…saya tidak pernah jadi santri, tahunya saya hanya baca solawat Nabi saja. Malah saya sempat punya pikiran mau bunuh diri, bahwa hidup didunia sudah tidak ada artinya.”

“Saya sempat duduk di kursi lalu saya terbangun dari tempat duduk dan melihat ada semut mati terjepit terkena diduduki saya, pasti saya langsung menangis karena merasa berdosa.” Untungnya saya tidak sampai stres berat.

Saya foto bersama, H Made Suryadarma, pemilik rumah sakit “GRAHA SEHAT” Kraksaan, saat berada dihalaman masjid Nabawi kota Madinah./indonesiapost.co

Setelah 7 bulan saya tiap hari bersolawat Nabi Muhammad SAW, lalu saya bermimpi rumah Rosulallah Nabi Muhammad SAW.

Seminggu kemudian, saya bermimpi lagi masjidnya Rosuallah. Didalam mimpi saya mau dibunuh orang, lalu saya bersembunyi dimasjid tersebut, dan bertemu dengan seorang sahabat Nabi. “Ada dimana Rosulallah? kata saya, lalu dijawab dengan orang ganteng itu. ”Rosulallah sedang keluar.!
Tolong saya mau dibunuh orang? Si orang ganteng tersebut menjawab. “Disini saja dengan saya,”jawabnya dan saya terbangun dari tidur.

Saya pun tak henti2nya tiap hari terus menerus membaca Solawat Nabi Muhammad SAW.
Sehingga minggu berikutnya saya bermimpi lagi kanjeng Nabi Muhammad SAW, walau saya tidak bertatap muka dengan Rosulallah.

“Mimpi yang ketujuh, saya berebutan dengan ribuan umat Islam untuk mengantar jenasah Kanjeng Nabi Muhammad SAW”.

Selanjutnya, saya sempat bertanya pada guru ngaji saya, almarhum KH Sebaweh, Desa Sebaung, sewaktu hidupnya. “Kamu bersyukur bisa mimpi Rosulallah walau tidak bertatap muka. Dan kamu sulit bisa ketemu Rosulallah, karena kamu masih banyak dosa.”tutur sang guru ngaji saya itu, sambil menebak saya kalau saya bakal haji dan Umroh sampai 7 kali sesuai dengan mimpinya.

Kemudian tahun 1980, saya menikah dengan gadis desa, Kholifatun Najahah Ridwan, Desa Banyuanyar Lor, dan dikaruniai 2 orang anak, Syaiful Islam dan Nurhayati. “Alhamdulillah kedua anak saya itu sudah selesai Umroh juga.”

Ternyata, tebakan sang guru ngaji, tepat sekali bahwa tahun 2005 saya melaksanakan Haji dan tahun berikutnya saya bisa Umroh 5 kali ke tanah suci Mekkah dan Madinah, secara gratis.

“Saya bisa ber haji dan umroh gratis itu, ada orang nomer 1 di Probolinggo dan seorang pengusaha yang membayarnya. Dan semua itu, berkat safaat dari Kanjeng Nabi Muhammad SAW sehingga saya menjadi tamu Allah SWT.”

Intinya, penjelasan kisah nyata saya ini, semata-mata mendorong para pembaca agar dengan ikhlas selalu cinta pada Rosulallah kanjeng Nabi Muhammad SAW.

Oleh karenanya, kita mulai hari ini berusaha setiap malam untuk bersolawat Nabi. Dan bisa dibuktikan setiap malam, mulai usai sholat Isyak hingga subuh baca sholawat Nabi tanpa henti, maka saya yakin dalam waktu 7 bulan bersholawat Nabi. Pastilah bakal, “Tekahajet tercapai cita-citanya”.

Semoga berita ini bermafaat.
(hm saudi hasyim jahur)