Bergaya Sok Jagoan, Peras Kades Karanggeger, Oknum LSM Ditangkap Buser Polres Probolinggo

PROBOLINGGO,Indonesiapost.co – Bergaya sok jadi pahlawan, dan sok jagoan, ternyata oknum LSM Reformasi, AW, warga Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan, memeras seorang pemimpin desa, Bawon Santoso, Kades Karanggeger, Kecamatan Pajarakan, berupa uang sebesar Rp 3 juta.

Akibatnya, hari Senin (29/6/2020) sekitar pukul 13.00 wib, oknum LSM Reformasi, AW, itu, ditangkap petugas Buser (buru sergap) Polres Probolinggo, dan kini AW dijebloskan keruang sel tahanan Polres setempat.

Oknum LSM Reformasi, AW, warga Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan./indonesiapost.co

Menurut Kasat Reskrim Polres Probolinggo, AKP Rizki Santoso, menyatakan, kini AW yang diduga memeras Kades Karanggeger masih dalam pemeriksaan petugas penyidik.

“Sekarang masih dalam pemeriksaan penyidik, untuk lebih lengkapnya, tunggu saja besok pagi (selasa),” kata AKP Rizki Santoso, pada Wartawan.

Data dilapangan, oknum LSM AW yang terkesan sok jagoan, sering meresahkan para Kepala Desa dan sering menakut-nakuti, serta main gertak kepada setiap para Kades. Bila, oknum LSM AW bertemu dengan Kepala Desa, ia selalu berdalih kalau Kades melakukan penyimpangan Anggaran DD dan mengancam akan melapor ke Polisi dan Kejaksaan,

Padahal, Kades yang ditakut-takuti tersebut tak pernah merasa bersalah dan tidak melakukan penyimpangan terhadap anggaran Dana Desa (DD).

“Semula, saya digertak akan dilaporkan ke Polisi. Tapi ujung-ujungnya, AW meminta uang imbalan. Kemudian saya curiga, lalu saya sanggupi, tapi uangnya saya sanggupi ditunda keesokan harinya,” ujar Bawon Santoso, mengaku oknum Lsm AW, menyanggupi ditunda pembayaran uangnya, dan akan diambil keesokan harinya.

Lebih jauh dijelaskan, Oknum LSM AW semula minta imbalan uang pada Kades Karanggeger sebesar Rp. 5 juta.

Keesokan harinya, Senin (29/6/2020) sekitar pukul 13.00 wib, Bawon, mengubungi AW diminta segera datang ke rumahnya. Dan saat itu juga, Bawon, mengubungi petugas Buser (buru sergap) Polres dan berceritra kalau dirinya diperas oleh oknum LSM AW.

Tak lama kemudian, oknum LSM AW lebih duluan datang ke rumah, Bawon Santoso, dan langsung menerima uang Rp 3 juta dari Kades Karanggeger.

Setelah AW menerima uang Rp. 3 juta, Tim gabungan dari Tim Gabungan Buser Polres langsung menangkap oknum anggota LSM AW tersebut.

Selain petugas Buser Polres berhasil menangkap oknum LSM asal Kelurahan Patokan itu, petugas juga menyita barang bukti (BB) berupa uang tunai sebesar Rp 3 juta, sebuah ponsel android dan amplop warna coklat.

Disela-sela pemeriksaan, AW membantah kalau dirinya diduga memeras Kades Karanggeger. “Demi tuhan saya tidak merasa memeras. Saya ditelepon suruh ke sana dan dikasih uang sama dia (Kades, red),” tuturnya.(ton/ind)