10 Muharrom, Taufiq, Mengajak Pemuda Pikatan bagi-bagi Santunan ke Anak yatim dan Janda

PROBOLINGGO,Indonesiapost.co – Setiap tahun tgl 10 Muharrom, dan selama 7 tahun ini, seorang pengusaha, Taufiq SE (42), mengajak para pemuda khususnya di RT 5, 6 dan RT 7, Desa Pikatan, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, diajak berbagi sedekah untuk memberi santuan uang pada puluhan anak yatim dan janda.

Pemberian santunan uang itu, dilakukan pada bulan sakral ini tepatnya hari Senin tgl 10 Muharrom tahun 1441Hijriyah/2019, yang dilaksanakan dirumah, Taufiq, warga Desa Pikatan tersebut.

Foto, Taufiq SE, warga Desa Pikatan, Kec Gending, setelah sukses rutin tiap tahun menyantuni anak yatim dan puluhan janda./indonesiapost.co

Selain pemberian santunan bagi anak yatim dan puluhan janda, juga dilaksanakan pengajian umum dan diselingi kesenian tradisional hadrah.

“Pemberian santunan ini, tidak hanya saat ada kepentingan Pileg (pilihan legislativ), tapi saya rutin setiap hari besar islam seperti Maulid Nabi, 10 Muharrom, dan setiap hari ulang kelahiran saya tgl 17 Pebruari, pastilah bersedekah sebagian harta atas rasa syukur pada Allah SWT,”jelas Taufiq, dikenal sebagai pemborong yang baru naik daun.

Selain para janda dan anak yatim disantuni uang, juga dihibur kesinian tradisional Hadrah dan diisi pengajian umum./hm saudi hasyim jahur

Taufiq, sapaan akrabnya, mengaku membiasakan diri bersedekah pada warga kurang mampu, setelah berguru pada sang pakar politik, KH Hasan Aminuddin, anggota DPR RI Komisi VIII yang juga Mustasyar NU Kabupaten Probolinggo, yang sering memberi wejangan bahwa dalam sisa hidup ini, harus selalu menyisipkan sebagian uang hasil rejeki dari yang maha kuasa, untuk di sedekahkan bagi warga kurang mampu.

“Setiap kami ketemu dengan sang guru, KH Hasan Aminuddin, pastilah kami selalu diingatkan, jangan sampai meninggalkan sholat 5 waktu dan perbanyaklah memberi sebagian harta untuk orang lain yang membutuhkan. Sehingga wejangan itu, yang kami istiqomahkan untuk menyantuni warga kurang mampu,”kata Taufiq, menyadari sebelum dirinya menjadi orang sukses, ia pernah juga hidupnya pas-pasan untuk dimakan tiap harinya.

“Alhamdulillah, masa sekarang ini kami diberi nikmat hidup, dan harus mensyukurinya,” tambahnya.(fiq/ind).