SAUDI: “Ya Allah Ya Rob”. Berilah Kekuatan Polisi Mengungkap Perusuh 22 Mei di Bawaslu

PROBOLINGGO,Indonesiapost.co – Keberhasilan Polisi dan TNI mengungkap kasus kerusuhan demo di Bawaslu pusat Jakarta, dan berasil menangkap 350 lebih tersangka perusuh demo tgl 22 Mei lalu, kini menjadi perhatian masyarakat dan bangsa Indonesia terus mengalir memberikan dukungan moral dan doa, agar selalu diberi kekuatan oleh Allah SWT bagi aparat Keamanan Polisi dan TNI.

Hebatnya, Polisi juga berhasil menangkap 6 tersangka, yang akan membunuh 4 tokoh nasional, diantaranya, para tersangka itu berinisial HK alias Iwan, AZ, IF, TJ, AD, dan AF alias Fifi.

Keberhasilan Polisi dan TNI mengamankan Bawaslu dan KPU di Jakarta itu, juga mendapat dukungan doa dari para Ulama, Kyai, dari masyarakat Kabupaten Probolinggo, mendoakan aparat Polisi dan TNI untuk selalu sukses dan tetap jaya.

Kadis Humas Mabes Polri, Irjen Pol Muhammad Iqbal. Foto Brigjen Pol (P) Drs Siswandi, mantan Kasat Reskrim Polres Probolinggo tahun 1995 dan Ketua LSM Permasa, HM Saudi Hasyim Jahur./indonesiapost.co

Seperti disampaikan, HM Saudi Hasyim Jahur, Ketua LSM Permasa (Perkumpulan Masyarakat Bersatu), berkantor di Probolinggo, menyatakan bahwa beberapa anggotanya yang berada di beberapa Desa di Kabupaten Probolinggo banyak mengetahui bahwa masyarakat di pedesaan mendoakan aparat Polisi dan TNI untuk tetap tegar dan sehat dalam melaksanakan tugas, mengamankan jalannya pilpres dan pileg hingga bulan Oktober 2019.

Dijelaskan, H Saudi, panggilan akrabnya, mengaku disaat nonton TV pada tgl 21 dan 22 Mei, ia selalu berdoa bagi aparat Polisi dan TNI yang mengamankan kantor Bawaslu dan KPU pusat, untuk selalu diberi kekuatan hingga dapat mengatasi demo itu dengan damai.

“Melihat kebrutalan para pendemo melempari batu, mercon dan bom molotov pada Petugas, kami sendirian sempat mencak-mencak marah di depan TV, ingin rasanya turut membatu Polisi ke Jakarta.
Namun tak lama kemudian ada siaran TV, beberapa perusuh berhasil ditangkap. Spontanitas saya tak terasa menangis gembira sambil berdoa.

” Ya Allah Ya Rob”. Berilah Kekuatan Polisi dan TNI, agar jakarta aman dan damai.”doa SAUDI, Selasa (28/5/2019), sambil mengenang peristiwa kerusuhan tanggal 22 Mei lalu.

Kadis Humas Mabes Polri, Irjen Pol Muhammad Iqbal, menunjukkan para tersangka dan beberapa barang bukti senjata api, dan bom melotov saat rusuh di Bawaslu tgl 22 Mei lalu./indonesiapost.co

Seperti diberitakan kemarin, ada 4 Tokoh Nasional Target Akan Dibunuh oleh beberapa perusuh Demo. Hal ini, terungkap setelah Polisi berhasil menangkap 6 tersangka dari 350 perusuh yang diamankan Polisi dan TNI.

Menurut Kadis Humas Mabes Polri, Irjen Pol Muhammad Iqbal, menjelaskan 6 tersangka yang tertangkap dan akan membunuh 4 tokoh nasional itu diantaranya, berinisial HK alias Iwan, AZ, IF, TJ, AD, dan AF alias Fifi. Mereka memiliki peran berbeda.

“(Tanggal) 14 Maret 2019 HK menerima uang Rp 150 juta dan TJ mendapat Rp 25 juta dari seseorang, dan seseorang itu kami kantongi identitasnya dan tim mendalami. TJ diminta untuk membunuh dua orang tokoh nasional saya tidak sebutkan di depan publik,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Muhammad Iqbal kepada wartawan di Kemenko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Senin (27/5/2019).

Polisi tak mau mengungkap nama 2 tokoh nasional yang jadi target pembunuhan. Namun, kata Iqbal, baik Polri maupun TNI sudah tahu siapa targetnya dan juga siapa ‘seseorang’ yang meminta pembunuhan itu.

Tak berhenti di situ, ternyata, ada tambahan permintaan untuk membunuh dua tokoh nasional lain, selain yang sudah diminta untuk dibunuh sebelumnya. 

“(Tanggal) 12 April 2019 HK mendapat perintah untuk membunuh tokoh nasional. Jadi 4 target kelompok ini bakal menghabisi nyawa tokoh nasional,” ujar Iqbal.

Selain itu, ada perintah lain untuk membunuh seorang pimpinan lembaga swasta.(ant/ind).