TERLALU.!! Dana BLT DD Untuk Warga Miskin Dikemplang Rp 3,6 Juta, Oknum Kadus dan BPD Ditangkap Polisi

MUSI RAWAS,Indonesiapost.co –
TERLALU.!!! Mungkin kata-kata ini cocok bagi oknum Kadus, Ahmad Mudori (33) Kepala Dusun dan Effendi (40) salah satu anggota BPD (Badan Permusyawaratan Desa), keduanya warga Desa Banpres, Kecamatan Tuah Negeri, Kab Musi Rawas, Sumatera Selatan.

Pasalnya, oknum aparat Desa Banpres, Sumatra Selatan tersebut diduga melakukan pungutan liar dengan modus, memotong bantuan langsung tunai dana desa (BLT DD) milik warga miskin terdampak virus corona, pada hari Minggu (31/5/2020) ditangkap oleh petugas penyidik Satreskrim Polres Musi Rawas, Sumatra Selatan.

Besarannya uang BLT yang di sunat oleh oknum Kadus dan BPD itu sebesar Rp 3,6 juta, dari hasil pemerasan dari warga miskin penerima uang BLT DD tersebut.

Kapolres Musi Rawas, AKBP Efransyah, bersama petugas Inspetorat dan menunjukkan kedua tersangka dan BB uang Rp 3,6 juta./Indonesiapost.co

Seperti yang dilansir beberapa media online, bahwa Kapolres Musi Rawas, AKBP Efransyah, dalam press rilisnya, Selasa (2/6/2020), di Mapolres Mura, mengatakan, kedua tersangka masing-masing, Ahmad Mudori, dan Effendi, sudah dimasukkan ke ruang sel tahanan setelah mengakui perbuatannya, telah nekad ngemplang uang BLT milik warga miskin yang terdampak virus corona atau covid 19.

Modus operandinya, dari 91 KK penerima uang BLT DD, hanya 18 KK penerima uang BLT DD yang diperas oleh dua oknum aparat Desa Banpres, sehingga kerugian Pemerintah dan penerima BLT DD sejumlah uang Rp. 3,6 juta.

Lebih dijelaskan, pada hari Selasa (31/5/2020) sebanyak 91 KK mendapatkan bantuan uang BLT DD sebesar Rp 600 ribu/per KK.

Namun malam harinya, 18 KK penerima dana BLT DD itu, didatangi kerumah penerima masing-masing oleh oknum Kadus, Ahmad Mudori, dan Effendi, anggota BPD setempat.

Tak pelak lagi, uang sebesar Rp 600 ribu yang sudah dipegang oleh si penerima BLT, lalu uang sebesar Rp 200 ribu, diminta oleh dua oknum perangkat Desa tersebut, dengan alasan uang Rp 200 ribu akan dibagikan kepada warga yang belum menerimanya.

Namun faktanya, jumlah uang seluruhnya Rp 3,6 juta itu dikemplang untuk memperkaya diri sendiri. Karuan saja, sebagian penerima uang BLT yang merasa dirugikan langsung lapor ke Polres Musi Rawas.

“Setelah dilakukan penyelidikan, petugas penyidik berhasil menemukan dua alat bukti korupsi termasuk BB uang Rp 3,6 juta, akhirnya kedua Tersangka kita amankan di Mapolres,” jelas Kapolres AKBP Efransyah, pada Wartawan sambil menjelaskan, kedua tersangka dikenakan UU korupsi dengan ancaman 4 sampai 12 tahun penjara.

Kapolres, AKBP Efransyah, mengakui bahwa dalam kasus korupsi yang dilakukan kedua tersangka itu, petugas penyidik telah bekerjasama dengan Inpektorat Pemkab Musi Rawas.

“Untuk sementara, kedua tersangka mengakui atas inisiatif sendiri meminta uang BLT DD itu, dan tanpa ada suruhan dari orang lain,” pungkas Efransyah, berjanji akan terus mengungkap kasus korupsi dana BLT DD itu.

Secara terpisah, beberapa warga yang mengetahui hal itu, sangat prihatin dan kecewa berat. Masalahnya, kedua oknum aparat Desa sudah mengetahui, kalau uang BLT DD diperuntukan bagi warga miskin terdampak corona, kok masih tega-teganya di keplang oleh dua oknum Kadus dan Anggota BPD.

Kalaupun memang tidak kuat ke rayuan syetan, hingga kedua oknum aparat Desa itu nekat korupsi, mbok yao, milih korupsi yang lain.

“Kok tega-teganya, dua oknum itu ngemplang uang untuk warga miskin yang sangat membutuhkan biaya hidupnya. Lebih baik di hukum berat saja,” kata beberapa warga, sambil nyelentuk. “TERLALU”.(ind/an)