Kejutan! Polres Probolinggo Tangkap 432 Tersangka Dalam Dua Pekan

PROBOLINGGO,Indonesiapost.co – Selama dua pekan sejak tanggal 15 – 26 Mei 2019, Polres Kabupaten Probolinggo membuat kejutan dan perlu diacungi jempol.

Pasalnya, petugas Reskrim Polres Probolinggo telah berhasil menangkap 432 tersangka dalam pengungkapan 248 kasus dalam waktu dua minggu saja.

Menurut Kapolres Probolinggo, AKBP Eddwi Kurniyanto, menjelaskan pada awak media, bahwa keberhasilan dalam pengungkapan 248 kasus seperti curas (pencurian dng kekerasan), curat (pencurian pemberatan), penipuan, narkoba dan begal hingga menangkap 432 tersangka itu, atas kekompakan anggota khususnya Satreskrim, dan juga atas dukungan dari masyarakat.

“Dari sejumlah kasus yang paling menonjol adalah jenis bahan Peledak yang berhasil disita dari tangan para tersangka yakni Syamsudin (54), Subair (39) dan Hasan Basri (40), ketiganya sama-sama berasal dari Desa Wangkal, Kecamatan Gading”, tegas AKBP Eddwi Kurniyanto, saat press release di Mapolres Probolinggo Senin (27/05/1019).

Kapolres Probolinggo, AKBP Eddwi Kurniyanto SH, Sik, saat press release bersama Wartawan di Mapolres Probolinggo./indonesiapost.co

Berkaitan dengan pengungkapan bahan peledak yang berhasil diamankan oleh petugas Buser Reskrim Polres Probolinggo, berjumlah 5 kilogram bubuk meseu berikut sumbu dan ratusan petasan.

“Hasil penyidikan, tersangka mengaku barang bukti petasan yang disita petugas, rencananya akan digunakan untuk menyambut Hari Raya Idhul Fitri,”tambahnya.

Menurut Kapolres, AKBP Eddwi, panggilan akrabnya, mengatakan, para tersangka khusus tersangka yang terbukti menyimpan bahan peledak, dijerat dengan Undang Undang Darurat nomer 12 tahun 1951 yang diancam dengan kurungan badan selama 12 tahun penjara.

Kapolres juga menghimbau agar masyarakat tidak membakar petasan menyambut Hari Raya idul fitrih. Selain meresahkan masyarakat hingga ketakutan, dan juga berbahaya bisa mengakibatkan korban jiwa.

”Saya berharap kepada seluruh masyarakat Probolinggo dalam menyambut Hari Raya, tidak perlu membakar petasan, sebab bila memiliki, menyimpan bahan peledak bisa dikenai sangsi hukum Undang-Undang Darurat nomer 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara,” pintanya.

Selain itu, ia menambahkan bahwa dalam membakar petasan banyak negatif ketimbang positifnya.

“Membakar petasan sangatlah berbahaya bagi diri sendiri dan juga bagi orang lain, bahkan parahnya lagi bisa rumah korban terbakar,” tambahnya.

Anggota DPR RI Komisi VIII, Drs H Hasan Aminuddin Msi, Ketua DPP Nasdem Bidang Agama & Masyarakat Adat.
Kapolres Probolinggo, AKBP Eddwi Kurniyanto SH, Sik, bersama Kasat Reskrim, AKP Riyanto SH, sedang memeriksa beberapa tersangka./hm saudi hasyim jahur

Menanggapi hal ini, orang no 1 di Kabupaten Probolinggo, Drs H Hasan Aminuddin Msi, suami Hj Puput Tantriana Sari SE, Bupati Probolinggo, mengaku gembira dan berterima kasih pada Kapolres Probolinggo, AKBP Eddwi Kurniyanto, bahwa telah terbukti nyata kerja keras melaksanakan tugasnya dalam pengamanan wilayah Kabupaten Probolinggo.

“Langkah yang dilakukan bapak Kapolres, AKBP Eddwi, perlu diacungi jempol dalam pengungkapan tindak kejahatan di wilayah hukum Probolinggo. Semoga ke depan Kabupaten Probolinggo lebih aman dan damai, sehingga masyarakat bisa dengan leluasa dan tidak ketakutan bila sedang bepergian,”kata H Hasan Aminuddin, saat dimintai tanggapannya, Selasa (28/5/19).(son/ind)