Malam Ini Rabu (29/4), Mantan Ketum P3, Romahurmuziy, Bebas Keluar Dari Tahanan KPK.

JAKARTA,Indonesiapost.co – Bulan ramadhan 1441 Hijriah ini, ada kegembiraan tersendiri bagi mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan ( PPP) Romahurmuziy alias Romy, pasalnya malam ini Rabu (29/4/2020) sekitar pukul 21.30 wib, merupakan berkah karena bebas keluar dari tahanan Rutan Cabang KPK Jakarta.

Seperti yang dilansir beberapa media menjelaskan, Romi, sapaan akrabnya, resmi bebas keluar dari tahanan Rutan KPK, atas perintah Mahkamah Agung (MA), karena sudah selesai menjalani hukuman selama 1 tahun, sesuai putusan Pengadilan Tinggi (PT), bahwa terdakwa Romy, dikenai hukuman 1 tahun penjara, yang sebelumnya Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta, menjatuhkan vonis hukuman kepada Romi, selama 2 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan.

Menurut kuasa hukum, Romy, bernama, Maqdir Ismail SH, menjelaskan, pada 20 Januari 2020 lalu, Ketua Majelis Pengadilan Tipikor Jakarta, telah menjatuhkan vonis kepada Romi, selama 2 tahun penjara dan denda Rp100 juta subsider 3 bulan kurungan.

Mantan Ketua Umum PPP, Romahurmuziy, baju putih, saat keluar dari Rutan KPK./indonesiapost.co

Saat itu, Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta, menghukum Romi selama 2 tahun, dianggap terbukti menerima suap sebesar Rp 255 juta, dari Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Haris Hasanuddin, dan Rp 91,4 juta dari Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi.

Namun atas putusan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor ditingkat pertama ini, dianggap tidak adil oleh pihak terdakwa, Romy, dan merasa keberatan atas putusan tersebut, sehingga Romy, langsung menyatakan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) DKI di Jakarta.

Pada tanggal 22 April 2020 lalu, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menerima banding, Romi, dengan putusan Majelis Hakim PT, bahwa mengurangi hukuman, Romy, menjadi 1 tahun penjara dan denda Rp100 juta subsider 3 bulan kurungan.

Atas putusan PT DKI Jakarta, KPK tidak puas atas putusan tersebut dan KPK langsung mengajukan kasasi ke MA pada 27 April 2020. Hal itu diakui Mahkamah Agung (MA), telah menerima pengajuan kasasi dari KPK.

“Laporan adanya pengajuan kasasi dari KPK sudah diterima dikantor MA. Namun sekalipun KPK mengajukan Kasasi, selanjutnya, Mahkamah Agung (MA) merespons dan menguatkan putusan PT, sehingga MA mengeluarkan penetapan untuk dikeluarkan penahanan terhadap terdakwa Romy, yang berlaku sejak pernyataan kasasi terdakwa yaitu tanggal 27 April 2020,” aku Maqdir Ismail SH, kuasa hukum, Romy, pada hari ini Rabu, (29/4/2020).

Menanggapi hal ini, KPK menyerahkan sepenuhnya kasasi terhadap Romi kepada MA. Menurut Juru Bicara KPK Ali Fikri, alasan lembaga antirasuah mengajukan kasasi yakni, KPK menilai Majelis Hakim Tingkat Banding, telah tidak menerapkan hukum atau menerapkan hukum tapi tidak sebagaimana mestinya.

“Hal itu terlihat dalam pertimbangan Majelis Banding terkait adanya penerimaan sejumlah uang oleh Terdakwa, tidak dapat dipertanggung jawabkan kepada Terdakwa, padahal jelas-jelas uang tersebut telah berpindah tangan dan beralih dalam penguasaan terdakwa,” kata Ali, berharap MA memberikan putusan yang seadil-adilnya.(rom/ind)