Pengusaha Masuk 10 Besar Terkaya Indonesia, Tutup Usia. “Harta Tidak Dibawa Mati”

JAKARTA,Indonesiapost.co – Pengusaha nasional, Achmad Hamami tutup usia. Pria bernama lengkap Achmad Hadiat Kismet (AHK) Hamami itu merupakan peringkat ke-10 dalam daftar 50 orang terkaya Indonesia versi Forbes 2018.

Melansir Forbes, Sabtu (30/11/2019), pria yang lahir tanggal 29 Juli 1930 ini memiliki harta sebanyak US$ 725 juta atau Rp 10,1 triliun (kurs Rp 14.000).

Pria berusia 89 tahun ini meninggalkan satu orang istri dan empat orang anak. Achmad Hamami merupakan seorang mantan pilot pesawat jet. Ia sempat menjadi kolonel termuda di jajaran militer Indonesia. Ia mengambil pensiun dini karena keadaan politik yang cukup bergejolak kala itu akibat maraknya korupsi.

Pengusaha nasional, Achmad Hamami tutup usia./indonesiapost.co

Dengan sedikit tabungan, ia mulai membuka tempat kursus/les bagi siswa-siswa. Seorang teman keluarga membantu Achmad mendapatkan investasi besar dari Caterpillar untuk mengembangkannya di Indonesia. Jadilah Caterpillar Indonesia yang menjelma menjadi Trakindo Utama. Ia juga mengambil perusahaan jasa energi PT ABM Investama.

Kabar meninggalnya Hamimi dikonfirmasi langsung oleh Direktur Utama Chandra Saki Utama (Grup Trakindo), Suwandi Wiratno melalui pesan singkat kepada CNBC Indonesia.

“Telah meninggal dunia dengan tenang Suami/Ayah/Kakek/Engkong kami yang tercinta AHK Hamami pada Jumat 29 November 2019 di RS Pondok Indah,” demikian kabar yang disampaikan Suwandi Wiratno, Dirut Chandra Sakti Utama (Grup Trakindo) yang juga Ketua APPI kepada CNBC Indonesia, dikutip Sabtu (30/11/2019).

“Jenazah akan disemayamkan di Rumah Duka di Jl Cilandak Bawah I Nomor 14, Jakarta Selatan.”

Menurut Suwandi pemakaman direncanakan di TPU Jeruk Purut setelah Dzuhur pada 30 November 2019.

Innalillahi waiinnailaihi rojiun..
Begitu umat islam menyampaikan bela sungkawa bagi almarhum. “Semoga diterima kebaikannya, dan husnul khotimah.” Aamiin 7x

Dan masih ada sebagian umat islam bertanya-tanya, apakah uang triyunan ini telah di zakat kan atau bersedekah sebagian hartanya. Padahal semua orang tahu, harta tidak dibawa mati.
Wallahu A’lam Bishawab.***