Memutus Mata Rantai Covid 19, Ketum GPAN Kota Cirebon, Dukung Pemerintah Soal PSBB

CIREBON,Indonesiapost.co – Presiden Joko Widodo, telah menerapkan status darurat Covid-19 dengan mengambil langkah melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sejak tanggal 31 Maret 2020 lalu. Hal tersebut dilakukan guna menekan laju penyebaran virus corona di Indonesia.

Hingga saat ini, sejumlah wilayah di Tanah Air sudah mulai menerapkan kebijakan PSBB tersebut, diantaranya DKI Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, dan Tangerang, termasuk juga di di Jawa Timur seperti Kota Gresik, Malang, Sidoarjo dan kota Surabaya.

Khusus kota Cirebon, Jawa barat, kini masuk ke dalam level tiga terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Hal ini berdasar hasil evaluasi dari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dan diakui oleh Walikota Cirebon, Drs. H Nashrudin Azis.

Walikota Cirebon, Drs. H Nashrudin Azis dan Hj Wati Musilawati SH, Ketua Umum GPAN (Generasi Peduli Anti Narkoba) Kota Cirebon./indonesiapost.co

Level tiga ini, kata Azis, sapaan akrabnya, masih cukup berat walaupun tidak berat, karena Kota Cirebon berbatasan dengan daerah lainnya.

Pihaknya akan berusaha lebih cermat lagi, mengatur siasat dalam menjaga masyarakat Kota Cirebon, tetap terjaga dari penyebaran wabah virus corona atau covid 19. “Yang penting, kita harus bisa mengatur frekuensi masyarakat di luar kota Cirebon,” kata Azis, kepada sejumlah wartawan di Gedung Balaikota Cirebon, Sabtu 16 Mei 2020.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum GPAN (Generasi Peduli Anti Narkoba) Kota Cirebon, Hj Wati Musilawati SH, sangat mendukung kebijakan Pemerintah terkait dengan soal PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang juga ditrapkan di kota Cirebon.

Walau GPAN mempunyai mempunyai program menyelamatkan para Korban dan Pecandu Narkoba, namun kini perlu memprioritaskan tentang penyelamatan masyarakat supaya tidak terjangkit virus corona.

“Kita sangat perlu berjuang untuk menang melawan Corona. Masyarakat diminta untuk mentaati aturan Pemerintah, seperti memakai Masker, Cuci Tangan dan jaga Jarak. Bahkan jauhi dari kerumunan orang,” berharap Hj Wati Musilawati SH, pada Wartawan Senin (18/5/2020) melalui ponselnya.

Selain itu, kata Hj Wati, yang juga Ketua KONI Kota Cirebon, menyatakan pandemi virus corona tidak pandang bulu singgah pada masyarakat, bila tidak mentaati aturan Pemerintah, dan sulit Corona akan hilang dari permukaan ibu pertiwi ini.

“Kunci agar kita selamat dari virus corona, selamatkan diri sendiri, keluarga, tetangga dan masyarakat yang lain, dengan cara patuhi aturan Pemerintah,” tambahnya.

Ketua Umum GPAN (Generasi Peduli Anti Narkoba) pusat, Brigjen Pol (P) Drs Siswandi (berkopiah) saat rapat bersama Hj Wati Musilawati SH, Ketua Umum GPAN (Generasi Peduli Anti Narkoba) Kota Cirebon./hm saudi hasyim jahur

Perlu diketahui bahwa, Peraturan Pemerintah tentang PSBB yang wajib ditaati saat berkendara di jalan atau keluar rumah, maka kendaraan tidak boleh keluar rumah pada saat masa PSBB dijalankan. Namun, terdapat pengecualian jika untuk berbelanja kebutuhan pokok dan melakukan pekerjaan di sektor yang diizinkan.

Jumlah orang dalam satu kendaraan seperti mobil maksimal berkapasitas 50%. Sebagai contoh, dalam satu mobil sedan hanya diperbolehkan mengangkut 3 orang. Hal tersebut juga berlaku untuk transportasi umum.

Aturan berkendara yang wajib ditaati saat masa PSBB adalah transportasi umum seperti ojek akan dilarang untuk berboncengan. Sedangkan ojek hanya sekedar untuk mengangkut barang dan makanan masih dimaklumi.

Aturan berkendara yang wajib ditaati saat PSBB yang terakhir adalah, masyarakat wajib gunakan masker dan sarung tangan, meskipun sedang menyetir mobil ataupun motor, karena kedua alat perlindungan diri itu, wajib dipakai selama berkendara pada saat masa PSBB berlangsung.(sis/ind)