LSM Permasa Dukung KPK Tangkap Lagi Tsk MN, Kasus e-KTP.

JAKARTA,indonesiapost.co – Pengungkapan kasus korupsi mega proyek E-KTP yang terjadi tahun 2013 lalu, kini masih terus berbuntut panjang.

Pasalnya, KPK yang sudah berhasil mengungkap kasus korupsi E-KTP anggaran tahun 2013 senilai Rp 5,9 triliun itu, himgga KPK berhasil menangkap 7 orang pelaku sampai dihukum di penjara oleh Hakim Tipikor. Kini KPK menangkap lagi tersangka kasus korupsi E-KTP yakni Anggota DPR RI fraksi Golkar, Markus Nari, hari Senin (1/4/219) di Jakarta.

Sedangkan tujuh terpidana/yang sudah dihukum kasus korupsi proyek e-KTP itu, diantaranya:

1. Mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri Irman. Dia dihukum 15 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 8 bulan kurungan dan pidana tambahan uang pengganti USD 500 ribu dan Rp 1 miliar.

2. Mantan pejabat Kemendagri Sugiharto. Dia dihukum 15 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 8 bulan kurungan dan pidana tambahan uang pengganti USD 450 ribu dan Rp 460 juta.

3. Mantan Ketua DPR Setya Novanto. Dia dihukum 15 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan serta uang pengganti USD 7,3 juta dan dicabut hak politiknya selama 5 tahun.

4. Andi Agustinus alias Andi Narogong. Dia dihukum 13 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar serta uang pengganti Rp 1,1 miliar dan USD 2,5 juta.

5. Eks Dirut PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo. Dia dihukum 6 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 4 bulan kurungan. Dia juga dihukum membayar uang pengganti Rp 20,7 miliar.

6. Keponakan Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo. Dia dihukum 10 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan.

7. Pengusaha Made Oka Masagung. Dia dihukum 10 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan.

Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah, saat memberikan keterangan pada para awak media, dan Ketua LMS Permasa, Saudi Hasyim Jahur, yang sangat mendukung ketegasan KPK dalam pengungkapan kasus korupsi./indonesiapost.co

“Penangkapan Tsk, Markus Nari, adalah pelaku E-KTP yang ke 8. Saya sangat mendukung ketegasan KPK ini. Dan semoga ke depan langkah KPK terus menangkap dan menjebloskan pelaku yang lain yang diduga juga terlibat korupsi E-KTP yang menelan kerugian Negara Triyunan rupiah itu,”kata H Saudi, Ketua LSM Permasa (Perkumpulan Masyarakat Bersatu) berkantor di Probolinggo, Jawa Timur.

Lebih jauh dikatakan, H Saudi, bahwa sesuai data dilapangan yang dilansir media online Detiknews, dijelaskan, Markus diduga menerima uang untuk memuluskan pembahasan anggaran perpanjangan proyek pada tahun anggaran 2013. KPK menduga Markus menerima Rp 4 miliar, yang diserahkan oleh eks pejabat Kemendagri, Sugiharto, yang kini menjadi terpidana kasus e-KTP.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, Markus Nari (MN) akan ditahan selama 20 hari di rumah tahanan KPK. “MN ditahan 20 hari pertama di Rutan Cab KPK di belakang gedung Merah Putih KPK,” kata Febri dalam keterangan tertulis, Senin (1/4/2019).

Selain itu, ditegaskan nama Markus muncul dalam putusan Andi Narogong, yang kini juga telah menjadi terpidana kasus korupsi e-KTP. Markus disebut menerima duit haram dari proyek e-KTP senilai USD 400 ribu.

Atas langkah KPK tidak main-main dalam pengungkapan kasus korupsi, kini mendapat tanggapan positip dari berbagai elemen ormas termasuk LSM Permasa (Perkumpulan Masyarakat Bersatu) turut mendukung KPK untuk terus memberantas korupsi.

“KPK perlu diacungi jempol. Semoga KPK secepatnya terus mengungkap pelaku yang lain, yang diduga terlibat kasus korupsi E-KTP itu. Sesuai dakwaan Jaksa KPK saat membacakan di depan Majelis Hakim Tipikor, bahwa masih ada puluhan orang yang diduga terlibat kasus E-KTP tersebut, dan semoga KPK segera mengungkap pelaku yang lain itu,” harap H Saudi, mengakui kerja KPK sudah profesional dan tidak perlu diragukan lagi bahwa cepat atau lambat, diyakini akan terungkap semua pelaku yang diduga terlibat kasus E-KTP dan bakal ditangkap semua.(sony/ind)