Lagi, Lagi, Hakim Ditangkap Lagi KPK. “Lalu siapa Yang Salah”

Indonesiapost.co – Walau gaji Hakim telah dinaikan 100 % oleh Pemerintah, dengan harapan agar oknum Hakim tidak melakukan korupsi, dan tidak berbuat gratifikasi atau tidak menerima uang suap, ternyata masih ada oknum Hakim berani menerima suap sehingga banyak oknum Hakim kena OTT (operasi tangkap tangan) oleh KPK.

Kini integritas Hakim mulai menurun dan tercoreng nama jeleknya dimata rakyat, karena tugas Hakim yang semula dinilai pekerjaannya sebagai tugas mulia, ternyata kedudukan mulia itu disalahgunakan masih korupsi atau menerima suap. “Terlalu”.

Lalu siapa yang salah?
Jawabnya, “tanya pada rumput yang bergoyang.” Itulah jawaban syair lagu dari Ebit G.

Mantan Hakim, Asep Iwan Iriawan, saat wawancara di KompasTV, dan HM Saud, Pemred Indonesiapost.co

Seorang Hakim, tugasnya haruslah adil, berarti tidak memihak atau tidak sewenang-wenang, sehingga keadilan mengandung pengertian sebagai perbuatan yang jujur, independen dan utamanya adil.

Tugas Hakim adalah kejujuran dan Adil, karena jujur dan adil bersangkut erat dengan masalah hati nurani.

Dan bila ada Hakim memutus perkara, “hanya berdasar uang”, maka ujung-ujungnya, banyak oknum Hakim ditangkap KPK.

Kunci kejujuran dan Adil, para Hakim haruslah “BERTOBAT.”

Mantan Hakim, Asep Iwan Iriawan, saat wawancara di KompasTV, dan HM Saud, Pemred Indonesiapost.co

Seperti disampaikan mantan hakim, Asep Iwan Irawan, yang dikenal sebagai Hakim yang jujur dan adil, bahwa untuk mengharumkan marwah Pengadilan, haruslah para Hakim kini perlu introspeksi diri agar menjauhi korupsi dan uang suap.

Kalau masih ada Hakim punya niatan ingin kaya dari pekerjaannya, maka sulit penegakan hukum di Indonesia akan berjalan jujur dan adil.

“Kalau ingin kaya jangan jadi Hakim, tapi jadilah pengusaha. Karena tugas Hakim itu, utamanya kejujuran hati yang paling dalam. Makanya, semua Hakim bertobatlah, jangan mencari kekayaan dengan cara korupsi atau menerima suap.”kata mantan Hakim, Asep, sapaan akrabnya, Sabtu (4/5/19) diacara KompasTV.

Pendapat Kang Asep, mantan Hakim dikenal sebagai hakim yang bersih dari KKN itu, tidak menjamin dan tidak yakin oknum hakim akan jujur, kalau sudah diiming-iming urusan duit. Pastilah si oknum Hakim itu akan tergiur dengan uang suap tersebut. Terkecuali sudah mendapat hidayah dari Allah SWT.

Siapapun manusianya yang mempunyai jabatan, baik jabatan di Pemerintahan, jabatan di politik dan jabatan apapun, dan tidak mendapatkan hidayah dari Allah SWT, pastilah korupsi dan gratifikasi tetap merajalela.

Jadi kita harus yakin, semua ini sudah takdir kebesaran Allah SWT. Jadi kuncinya kita selalu mohon hidayah pada Allah SWT, itu penting.

Kok bisa seperti itu? Ya… dengan adanya kejahatan di dunia ini, sudah takdir dari Allah SWT, karena Allah SWT sudah menciptakan Surga dan Neraka di alam akherat.

“Kalau tidak ada orang jahat, lalu siapa yang akan menempati neraka. Tidak adil kalau neraka itu tidak ada yang menempati. Makanya, Allah SWT, menciptakan Manusia, Malaikat, Jin, Syetan iblis. Karena Allah maha adil, menciptakan surga dan neraka.”

Sehingga siapapun yang berbuat dosa bakal masuk neraka dan siapapun yang berbuat baik masuk surga.

Dan agar kita mendapatkan hidayah, menjauhi larangan Allah SWT dan menta’ati perintahnya. Setiap hari usahakan ingat MATI.

Pada bulan Ramadhan 1440 H ini, ayo kita saling mengoreksi diri agar kita untuk selalu mohon ampunan pada Allah SWT./hm saudi hasyim jahur