Ketum GPAN Desak Presiden Jokowi, Untuk Eksekusi Mati Puluhan Bandar Narkoba

JAKARTA,Indonesiapost.co –
Terpilihnya kembali Presiden RI, Jokowi, periode 2019-2024, berharap tidak kendor dan harus lebih tegas terhadap pemberantasan narkoba, bahkan harus dibumi hanguskan para bandar narkoba itu.

Hal ini disampaikan Ketua GPAN (Gerakan Peduli Nanti Narkoba) pusat, Brigjen Pol (P) Drs Siswandi, untuk Presiden, Jokowi, saat diwawancarai Wartawan dikantornya, di jalan Petamburan, Jakarta Barat, Kamis (11/7/2019).

Lebih jauh dijelaskan, Siswandi, mantan Kapolresta Cirebon tahun 2005 ini, menyatakan rakyat Indonesia kini mulai menagih janji karena Presiden, Jokowi, pernah mengatakan, Indonesia Darurat Narkoba. Para bandar Narkoba musuh kita semua, dan harus ditindak tegas dihukum seberat-beratnya. Bila perlu para bandar dan penyelundup narkoba dihukum mati.

Ketua GPAN (Gerakan Peduli Nanti Narkoba) pusat, Brigjen Pol (P) Drs Siswandi, dan beberapa penyalah guna dan pecandu Narkoba keluarga Ratu Dangdut Elvi Sukaesih./indonesiapost.co

Sedangkan pemberantasan terhadap Narkoba sudah bukan ratusan Kg lagi. Namun sudah ber Ton2 dan Berjuta2 pil ETC. Sehingga sangat mengerikan Suplay barang haram itu masuk ke indonesia, dan Indonesia sepertinya dianggap syurga dunia terhadap peredaran Narkoba.

Mirisnya lagi, semakin aparat baik Polri maupun BNN mengungkap kasus narkoba. Semakin banyak peredaran narkoba masuk ke Indonesia, karena diduga kuat masih adanya puluhan terpidana mati, hingga kini belum dilakukan eksekusi mati.

“Semoga Presiden, Jokowi, segera memerintahkan jaksa Agung untuk melaksanakan bagi puluhan terpidana mati, untuk segera di eksekusi”.

“Lakukan tindakan Tegas tanpa pandang bulu, baik WNA manapun para Penyelundup lainnya. Segeralah Eksekusi Mati “pinta Siswandi, mantan petinggi BNN tersebut.

Sebagai ketum GPAN, Drs Siswandi, yang dikenal sangat peduli memberantas Narkoba ini, tetap berprinsip NKRI menganut Negara berdasarkan Hukum. Bagi siapapun harus patuh dan taat pada hukum, karena Panglima tertinggi adalah Hukum.

Ketua GPAN (Gerakan Peduli Nanti Narkoba) pusat, Brigjen Pol (P) Drs Siswandi, mantan Kasat Reskrim Polres Probolinggo tahun 1995, bersama HM Saudi Hasyim Jahur, Ketua LSM Permasa (Perkumpulan Masyarakat Bersatu)./indonesiapost.co

Begitu juga, bagi penyalah guna dan pencandu Narkoba, adalah Korban karena mereka itu sedang sakit dan harus disembuhkan. Sehingga bagi para korban penyalah guna dan Pecandu Narkoba tempatnya bukan Penjara melainkan Rehabilitasi.

“Makanya saya berharap, Presiden segera membuat Kepres tentang korban Penyalah Guna dan pecandu narkoba. Sehingga para penyalahguna dan pencandu narkoba, tidak harus dipenjara tapi direhabilitasi untuk disembuhkan.”harap Siswandi, juga meminta Merivisi UU 35 thn 2009, agar mengedepankan dan memprioritaskan Pencegahannya.(sis/ind)