Ketua Lsm Permasa Dukung Pernyataan Sikap Ketua DPP Nasdem Bidang Agama. “Hanguskan Puisi Fadli Zon”

PROBOLINGGO,indonesiapost.co – Sebagai warga Nahdlatul Ulama (NU) atau kalangan Nadhiyin, pastinya mempunyai pedoman hidup mengutamakan etika atau akhlaq sebagai santri harus takdim kepada kedua orang, tunduk kepada guru ngajinya (Kyai nya,red) dan tunduk pada pemimpin (Pemerintahannya).

Dengan pedoman akhlakul karimah itulah, sangatlah benar dan setuju bila Ketua DPP Nasdem Bidang Agama dan Masyarakat Adat, H Hasan Aminuddin, juga Penasehat DPP Ansor dan Banser dan juga sebagai Mustasyar PCNU Kab Probolinggo, mengecam tindakan kotor oknum Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, yang membuat puisi menghina dan mencibir kyai kkarismatik, KH Maimun Zubair, pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah.
Sehingga umat Islam khususnya kalangan santri mendukung himbauan Mustasyar PCNU Kab Probolinggo. Hal ini secara tegas, Ketua LSM Permasa (Perkumpulan Masyarakat Bersatu) Kabupaten Probolinggo, H Saudi, sangat mendukung himbauan Ketua DPP Nasdem Bidang Agama tersebut.

“Saya mendukung kecaman, H Hasan Aminuddin, bahwa bila Fadli Zon tidak meminta maaf pada Kyai Maimun Zubair, maka kalangan Banser dan Ansor se Jawa Timur akan melakukan langkah tindakan tegas terhadap Fadli Zon. Dan saya sebagai warga Probolinggo juga turut ikut Demo, bila Fadli Zon yang sombong itu, tidak segera meminta maaf.”tegas Ketua LSM Permasa, H Saudi Hasyim Jahur, meminta Fadli Zon sebagai Negarawan harus ikhlas datang kerumah KH Maimun Zubair untuk tabayun dan meminta maaf.

Lebih jauh dikatakan, H Saudi, panggilan akrabnya, bahwa sebagai tokoh nasional atau seorang politikus seperti Fadli Zon, harusnya tahu diri siapa KH Maimun Zubair, dan seharusnya tidak menghina dengan melalui puisi yang kotor itu.

Anggota DPR RI Fraksi Nasdem, H Hasan Aminuddin, hari Minggu (10/2/2019) Live di Metro TV, menyatakan secara arif dan tegas bahwa bila oknum Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, tidak segera meminta maaf pada Kyai, Ulama Sepuh, KH Maimun Zubair, pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah, maka jangan disalahkan bila Ansor dan Banser se Jawa Timur melakukan tindakan keras terhadap Fadli Zon, si pembuat puisi kotor menghina ulama sepuh sebagai penerus Nabi Muhammad SAW. Pernyataan sikap Ketua DPP Nasdem Bidang Agama dan Masyarakat Adat ini, mendapat dukungan dari Masyarakat khususnya Nahdlatul Ulama warga Kabupaten Probolinggo./indonesiapost.co

Sosok KH Maimun Zubair sudah jelas sebagai Ulama dan Kyai sepuh, yang mempunyai andil terhadap NKRI karena ribuan santri di seluruh Indonesia sudah banyak menjadi Kyai dan Ulama. Artinya, KH Maimun Zubair, dengan fakta membangun Umat yang ber-akhlak untuk menjadi orang baik di Indonesia.

Sedangkan Fadli Zon, apa andilnya terhadap NKRI ini? Bahkan dia yang sering kita lihat, tahunya Fadli Zon hanya membuat kisruh menghina Ulama dan Pemerintah.

Jadi kalau bicara puisi yang dibuat Fadli Zon itu, menggambarkan dirinya sendiri yang sok membuat kisruh dan selalu kontroversi dalam ocehannya.

“Beberapa waktu lalu, Pemerintah diduga jadi provokator dibelakang peristiwa penganiayaan Ratna Sarumpaet. Eh ternyata Ratna Sarumpaet sendiri yang pendusta. Tapi Fadli Zon merasa tidak bersalah, malah hanya tertawa cengengesan setelah tahu Ratna Sarumpaet pendusta.
Dan kalau Fadli Zon tingkahnya hanya main sok fitnah, kan perlu dikoreksi dengan tindakan tegas oleh masyarakat umat Islam yang kini sudah menghina Ulama sebagai penerus Nabi SAW.”kecam H Saudi, mengaku santri setia *Hasan Aminuddin*, dan meminta dukungan doa bagi umat Islam agar Fadli Zon diberikan kesadaran kalau dirinya membuat tulisan Puisi itu salah besar, karena menghina ulama sepuh KH Maimun Zubair.

Seperti disampaikan anggota DPR RI Fraksi Nasdem, H Hasan Aminuddin, saat lIve di Metro TV hari Minggu (10/2/19) pagi, bahwa H Hasan Aminuddin dengan arif dan tegas menyampaikan puisi yang dibuat Fadli Zon itu harus di ralat atau dihanguskan dan sekaligus meminta maaf pada KH Maimun Zubair, karena puisi yang dibuat adalah multi tafsir namun bagi kalangan NU khususnya santri NU Jawa Timur sangat mengecam bahwa puisi itu sudah jelas menghina dan melecehkan Kyai, Ulama sepuh, yang seharusnya dihormati karena Ulama sebagai penerus Nabi Muhammad SAW.

“Kalau Fadli zon tidak segera minta maaf, saya tidak mampu kemauan Ansor dan Banser untuk melakukan reaksi keras terhadap Fadli Zon,”kata H Hasan Aminuddin, berharap Fadli zon segera meminta maaf ke KH Maimun Zubair.(ugi/ind)