H Hasan Aminuddin Bersama Fungsionaris NasDem se Jakarta Sowan ke Istri Presiden ke 4 Gus Dur

JAKARTA,indonesiapost.co – Seluruh fungsionaris Nasdem se Jakarta yang dipimpin Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) NasDem DKI Jakarta, H Hasan Aminudin, hari Jumat (19/10) sekitar pukul 11.00 WIB sowan kerumah istri Presiden ke 4 Gus Dur, di Ciganjur, Jakarta Selatan.

Kehadiran fungsionaris Nasdem itu, disambut baik dan penuh akrab oleh Ibu Hj Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, dan keluarganya yang lain.

H Hasan Aminuddin yang juga Ketua DPP NasDem Bidang Agama dan Masyarakat Adat itu, didampingi Sekretaris DPW NasDem DKI Wibi Andrino, Ketua DPD NasDem se-DKI, serta para caleg NasDem DPR RI dan DPRD Provinsi DKI Jakarta.

Seusai pertemuan, H Hasan, mengatakan kunjungan itu dalam rangka silaturahmi sekaligus memohon doa restu kepada ibu Hj Sinta Nuriyah, istri dari almarhum Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Cawapres no urut 1, KH Ma’ruf Amin juga pernah silaturrahim kerumah istri Presiden ke 4 Hj Shinta Nuriyah Gus Dur. Dan Hj Shinta Nuriyah Gus Dur istri presiden ke 4 ini, setiap tahun ke Probolinggo dalam rangka buka puasa bersama warga Probolinggo dan rutin singgah/mampir ke rumah H Hasan Aminuddin, yang juga pengasuh Pondok Pesantren Hati di Kota Kraksaan./hm saud

H Hasan Aminuddin, suami Hj Tantriana Sari, Bupati Probolinggo, juga mengungkapkan bahwa alasan mengajak seluruh caleg NasDem DPR RI dan DPRD DKI untuk sowan istri Presiden ke 4, adalah untuk meminta doa dan nasihat agar mereka mempunyai jati diri yang kuat lahir dan batin jika ditakdirkan menjadi pemimpin yang amanah.

H Hasan, sapaan akrabnya, juga mengucapkan terima kasih telah diterima dengan ramah oleh keluarga besar almarhum Gus Dur. Di sana, para anggota DPR RI Fraksi NasDem juga berdiskusi mengenai tugas para caleg jika nantinya terpilih sebagai wakil rakyat.

“Banyak amanah yang disampaikan Ibu Hj. Sinta Nuriyah sebagaimana yang diharapkan Ketua Umum Surya Paloh, agar para caleg ketika terpilih nanti amanah dan tidak menjadi juragan rakyat, melainkan menjadi pelayan rakyat, karena wakil rakyat bukan penguasa,” tuturnya.(nas/ind).