DPRD Probolinggo Segera Kirim Surat ke DPR Pusat, Terkait Demo “Tuntut Fadli Zon” Mundur Dari Anggota Dewan.

PROBOLINGGO,indonesiapost.co – Kecaman Ketua DPP Nasdem Bidang Agama, H Hasan Aminuddin, juga anggota DPR RI Komisi VIII, tidak hanya gertak sambal saja terhadap oknum Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon yang dianggap menghina Kyai, Ulama Sepuh, KH Maimun Zubair, bahwa bila Fadli Zon tidak segera meminta maaf pada KH Maimun Zubair, dalam waktu seminggu, maka jangan disalahkan Banser, Ansor dan Ribuan Santri melakukan langkah tindakan keras terhadap Fadli Zon tersebut.

Seperti disampaikan anggota DPR RI Fraksi Nasdem, H Hasan Aminuddin, saat lIve di Metro TV hari Minggu (10/2/19) pagi lalu, bahwa H Hasan Aminuddin meminta agar puisi yang dibuat Fadli Zon itu harus di ralat atau “dihanguskan” dan sekaligus meminta maaf pada KH Maimun Zubair, karena puisi sudah jelas menghina dan melecehkan Kyai, Ulama sepuh, yang seharusnya dihormati karena Ulama sebagai penerus Nabi Muhammad SAW.

Peringatan keras ini, kini terbukti bahwa hari Selasa (12/2/2019) sekitar pukul 10.00 wib, ribuan anggota Ansor, Banser dan Santri dari sejumlah Pondok Pesantren di Kabupaten Probolinggo melaksanakan aksi Demo besar-besaran ke kantor DPRD Kab Probolinggo dan mengecam keras ungkapan pelecehan terhadap kyai, yang dilakukan Fadli Zon, yang membuat puisi kotor “Doa Yang Tertukar”.

Ketua PC GP Ansor Kab Probolinggo, Muchlis, dan ribuan Ansor dari PC GP Ansor Kota Kraksaan, Banser dan Para Santri sedang Orasi di Depan Gedung DPRD Kab Probolinggo dan Ratusan petugas Polres turut mengamankan jalannya aksi demo dihalaman kantor DPRD Kab Probolinggo, hari Selasa (12/2/2019)./hm saud

Aksi Demo ini merupakan solidaritas bela Kyai sepuh, sehingga dukungan GP Ansor Kota Kraksaan, GP Ansor Kab Probolinggo, Banser dan Santri, mendesak Fadly Zon mundur dari anggota DPR RI karena tidak mencerminkan wakil rakyat, tidak pernah berprestasi dan hanya sering membuat ocehan penghinaan bagi Ulama dan Pemerintah.

Dalam aksi demo di depan Kantor DPRD Ka Probolinggo, Jalan Raya Panglima Sudirman Kota Kraksaan itu, menjadikan arus lalulintas sempat macet, namun 200 petugas Polres berhasil mengatur arus kendaraan dijalan pantura itu, sehingga pelaksanaan Demo berjalan lancar dan damai.

“Fadli Zon sudah sering mencela Kiai kami. Itu yang sangat kami sayangkan. Karena itu, kami meminta Fadli Zon untuk menghentikan sikapnya mencela dan menghina kiai NU dan harus meminta maaf pada Kyai Maimun Zubair ,” tegas Muchlis, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo, didampingi, Taufik, Ketua PC GP Ansor Kota Kraksaan.

Menanggapi aksi Demo itu, Wakil Ketua DPRD Kab Probolinggo, H Wahid Nurahman, berjanji secepatnya untuk mengirim surat ke DPR RI di Jakarta terkait tuntutan ribuan anggota Ansor, Banser dan para Santri Kab Probolinggo, agar oknum Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, dipecat atau mengundurkan diri sebagai anggota Dewan atau wakil rakyat.

“Saya prihatin atas peristiwa ini. Makanya pimpinan Dewan langsung melakukan rapat dan memproses tentang tuntutan ribuan Ansor, Banser dan Santri, untuk dikirim ke DPR RI di Jakarta.
Yang jelas, tuntutan umat Islam khususnya kalangan warga NU ini harus benar-benar ditangani secara serius.”tutur H Wahid Nurahman, turut menyayangkan puisi yang dibuat Fadli Zon diduga menghina KH Maimun Zubair, sangat keterlaluan karena pada tahun politik ini, seharus tidak mengumbar ocehan yang mengandung kebencian.

“Saya bersama pimpinan Dewan se-irama dengan apa yg disampaikan oleh para Ansor, Banser agar ke depannya bagi pejabat publik lebih berhati hati, dalam menyampaikan pernyataan atau tulisan kotor yang bisa menimbulkan pro dan kontra.”tambah H Wahid, pentolan partai Golkar ini.(aud/ind)