Brigjen Pol (P) Drs Siswandi: “40 Terpidana Mati Harus Segera Eksekusi Sesuai Putusan Tetap Pengadilan”.

JAKARTA,indonesiapost.co –
Ketua Umum Gerakan Peduli Anti Narkoba (GPAN), Brigjen Pol (P) Drs Siswandi mendesak Pemerintah dalan hal ini Kejaksaan Agung untuk segera melaksanakan eksekusi mati terhadap 40 terpidana mati kasus bandar narkoba yang sudah mendapat putusan tetap dari Pengadilan tingkat bawah hingga Pengadilan Mahkamah Agung.

Desakan mantan BNN ini, untuk segera eksekusi mati terhadap para terpidana mati, pasalnya, sudah setahun lebih para terpidana mati yang sudah diputus Pengadilan hingga kini masih belum ada kejelasan kapan dilaksanakanya eksekusi mati tersebut.

“BNN dan Polri telah bersusah payah ungkap sindikat Narkoba jaringan internasional dengan barang bukti jutaan butir pil ecstasy dan berton-ton narkoba jenis sabu, namun kenapa Jaksa Agung belum juga lakukan hukuman mati sebagaimana putusan Pengadilan.” kata Siswandi, dalam siaran persnya kepada redaksi, Rabu (30/5/2018)

Brigjen Pol (P) Drs Siswandi, sangat getol dalam perjuangan menuntaskan Narkoba seperti yang pernah melakukan Seminar Berantas Narkoba bersama LSM Permasa pada tahun 2009 di Probolinggo Jawa Timur./hm saud

Mantan purnawirawan Polri ini sangat berharap dalam memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) pada tanggal 26 Juni yang akan datang, dan Kejaksaan Agung harus dapat melaksanakan eksekusi mati terhadap terpidana kasus bandar narkoba.

“Untuk apa upacara seremonial tapi nyatanya setiap tahun peredaran narkoba meningkat.” ujar Siswandi, mengaku Polisi dan BNN mengungkap kasus bandar narkoba tersebut penuh dengan tantangan, bahkan petugas bisa-bisa mengorbankan jiwa raganya.

Siswandi mengatakan bila eksekusi mati terpidana kasus bandar narkoba belum juga dilaksanakan, maka dikhawatirkan akan berimbas kepada aparat penegak hukum lainnya.

“Bisa jadi aparat hukum dilapangan akan melakukan eksekusi mati terhadap bandar narkoba tanpa melalui proses pengadilan.” tegasnya

Menurut Siswandi, Indonesia telah darurat narkoba dan menjadi bencana besar di Republik Indonesia ini bila penegakan hukum terhadap bandar narkoba tidak jelas.

Bahkan Siswandi, pernah menulis sebuah buku berjudul, ”PANGSA NARKOTIKA INDONESIA” yang diterbitkan pada tahun 2011 lalu, dimana dalam tulisan tersebut Siswandi memprediksi bahwa Indonesia akan dijadikan sasaran bagi mafia narkoba internasional, dan itu benar-benar terjadi.

Namun Siswandi tetap optimis Pemerintah akan tetap melakukan eksekusi mati minimal terhadap tiga terpidana mati dari 40 terpidana mati yang sudah diputus Pengadilan pada kasus bandar narkoba tersebut.

“Tapi kalau bisa semua terpidana mati kasus narkoba segera dieksekusi yang jumlah mencapai 40 orang.” katanya.

Siswandi tetap optimis bila eksekusi mati segera dilaksanakan, Indonesia dipastikan bukan tujuan bandar narkoba bagi mafia internasional.

“Insyaallah pasti bandar narkoba bakal takut dan tobat mau masuk ke indonesia,”terangnya. (sis/ud)