Politik Bermodal Ikhlas, Akan Membawa Berkah

DALAM perjuangan apapun di dalam kehidupan dunia ini, kita semua perlu untuk berbuat ikhlas. Perbuatan hati yang ikhlas, kita yakin dalam perjuangan apapun akan membawa kesuksesan dan berkah. Apa arti ikhlas itu, tak lain suatu perbuatan yang tidak pamrih, dan tidak perlu disanjung sesama manusia, namun perbuatan ikhlas itu adalah suatu kebaikan hanyalah mengharap keridhoan Allah maha pemurah.
Apalagi, seseorang yang sudah terjun pada politik praktis. Kita tidak perlu pamrih untuk berjuang demi kepentingan partainya. Dan juga tidak boleh saling sikut, tidak boleh saling adu kekuatan, namun yang terpenting adalah sebuah perjuangan yang hanya membela untuk rakyatnya. Dan bila perjuangan secara ikhlas demi rakyat, maka partai yang diusungnya akan dengan sendirinya membawa berkah. Dan kemenanganlah yang akan dicapainya.
Apalagi sekarang sudah tersebar kasus korupsi e-KTP yang jumlahnya fantastis yakni kerugian negara sejumlah Rp. 2,3 Triyun, dan tidak tanggung tanggung uang triyunan itu dibuat bancaai??i??an oleh kalangan oknum petinggi, beberapa pengusaha dan belasan anggota DPR RI yang diduga terlibat korupsi uang dana E-KTP tersebut. Makanya, dalam perjuangan hidup ini adalah IKHLAS modal yang paling utama untuk dimiliki.

Ada kisah dua orang santri mempunyai watak yang berbeda. Sebut saja, Amien, seorang mantan santri yang hatinya penuh ikhlas setiap berbuat kebaikan. Begitu juga, temannya Amien, bernama, Bogel, sifatnya bertolak belakang dengan Amien, yakni Bogel selalu berbuat kebaikan dengan pamrih dan tidak ihklas.
Seperti biasanya, Amien, yang mempunyai sifat ikhlas setiap berbuat kebaikan, sudahlah pasti setiap usai sholat Jumat, Amien, rutin mendatangi guru ngajinya, KHRidwan. Setiap sowan kerumah gurunya, ia hanya membawa beberapa buah pohon ketela sebanyak 1 kresek. ai???Kamu apa saja yang dibawa kesini Mien, ai???kata sang kyai gurunya itu. Spontan Amien menjawab dengan nada halus. ai???Ya seadanya pak Kyai, dan kami hanya punya beberapa buah pohon ketela, ai???jawab Amien dengan nada halus.
Setelah panjang lebar didalam pembicaraan itu, kemudian Amien berpamitan pulang pada kyainya. ai???Mohon ijin pak Kyai. Kami mau pamitan pulang, ai???kata Amien pada kyainya. Mendengar Amien berpamitan pulang, lalu sang Kyai memanggil istrinya.ai???Bu Nyai, tolong barang pemberian orang yang kemarin itu berikan pada si Amien ini, ai???kata Kyai, yang sering didatangi beberapa santri lainnya itu. Dan ibu Nyai langsung menjawab. ai???Ya pakKyai, kebetulan pemberian tamu yang kemarin berupa seekor kambing, dan apakah seekor kambing itu yang kami berikan ke Amien? kata si istri tersebut. Sang Kyai pun langsung mengiyakan.ai???Ya seekor kambing itu, kasihkan saja ke Amien, ai???kata si Kyai.
Dengan senang hati, Amien yang semula tak menduga akan mendapatkan kambing dari Kyainya, Amien kegirangan dan langsung pulang sambil menuntun kambing yang diberi kyainya. Dan sesampai dipertigaan jalan dekat rumahnya, Amien berpapasan dengan teman ngajinya, Bogel, yang kebetulan si Bogel telah berhasil sukses dalam kerjanya sebagai pedagang sayur-sayuran.
Dan Bogelpun menyapaAmien. ai???Dari mana saja kamu Mien, kok sekalian nuntun kambing,ai???tanya si Bogel pada Amien. Dengan polosnya,Amien, menjawab. ai???Saya setiap jumat rutin sowan kepak Kyai, dan saya terbiasa membawa beberapa buah pohon ketela buat sedekah ke bapak Kyai. Dan ternyata pulangnya saya dikasih seekor kambing ini, ai???jawab Amien, pada.Si Bogel.
Mendengar penjelasan dari,Amien, mata si Bogel terbelalak kaget karena tahu, Amien, hanya membawa beberapa buah pohon ketela ke kyai, langsung diberi seekor kambing oleh kyainya. ai???Wah si Amien hanya membawa buah pohon ketela ke pak kyai, sudah mendapatkan kambing, apalagi kalau saya sowan ke pak kyai membawa puluhan buah durian, mungkin saya akan mendapatkan seekor sapi dari pak kyai,ai???pikir Bogel dalam hatinya.
Tak pelak lagi, setelah ngobrol denganAmien, si Bogel langsung pamintan pulang. Sesampai dirumahnya, Bogel,langsung mendekati istrinya. ai???Dik..barusanAmien ngasih beberapa buah pohon ketela ke pak kyai, langsung dapat seekor kambing dari pak kyai. Dan kalau saya bawa puluhan buah durian, mungkin saya akan dapat seekor sapi,ai???kata Bogel pada istrinya.
Sang istri yang sama-sama mempunyai watak tamak pamrih dan tidak ikhlas itu, langsung mengajak suaminya Bogel kerumah kyainya dengan membawa puluhan buah durian dan bahkan diangkut memakai becak. Kedua suami istri itu punya pikiran, kalau sudah ketemu kyai bakal dapat seekor sapi.
Tak lama kemudian, keduanya sampai dirumah kyainya. ai???Assamauai??i??alaikum,ai???kata sibogel pada kyainya. Spontan sang kyai menjawab. ai???Waalaikumsalam,silahkan masuk, siapa ya?tanya sang kyai. Dengan wajah gembira, Bogel dan istrinya menjawab. ai???Kami Bogel pak Kyai? Maklum saya kangen sekarang sowan ke pak kyai. Lagian saya juga bawa puluhan buah durian untuk pak kyai, ai???kata Bogel gembira sambil punya uneg-uneg dalam hatinya kalau Bogel bakal mendapatkan seekor sapi.
Kemudian sang kyai bincang-bincang dengan si Bogel, tak lama kemudiansi Bogel berpamitan pulang. Sang kyaipun tanggap, lalu memanggil istrinya.ai???Bu Nyai.. ini Bogel dan istrinya mau pulang. Tolong pemberian Amien yang kemarin itu berikan ke Bogel, ai???kata Kyai pada istrinya. Lalu sang istri ngasih beberapa buah pohon ketela hasil pemberian dari Amien itu, dan diberikan pada si Bogel. Karuan saja, Bogel dan istrinya pulang dengan wajah memerah dan cemberut.ai???Makanya, kalau ngasih sedekah jangan pamrih, ini da hasilnya,ai???kata istri Bogel sambil bertengkar saat perjalanan pulang kerumahnya.
Dari sekelumit ceritra ini, kita mengambil hikmahnya bahwa perbuatan ikhlas adalah perbuatan mulia dan membawa berkah. Semoga kita semua dalam perjuangan selalu ber hati ikhlas. ***** Flonase cheaper than nasonex Buy panmycin by upjohn Paper writing service