“Pancasila Sudah Sesuai dalam Al-Qur’an”

INDONESIAPOST.CO – Akhir-akhir ini bangsa kita mulai luntur dan mulai hampir tidak mengenal dan tidak hafal sila-sila yang termaktub di Pancasila, sebagai dasar negara kita yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Apalagi kini sudah mulai ada oknum-oknum pemuka agama yang akan mendirikan negara khilafah, seakan sudah tidak mengakui Pancasila sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bahkan sudah banyak orang tidak hafal isi butir-butir dalam Pancasila no 1 hingga sila no 5.

Oleh karena itu di bulan Ramadhan atau bulan Puasa 1440 Hijrah ini, kami sangatlah perlu mengingatkan bagi kita bangsa Indonesia, perlu hafal dan bisa memaknai isi butir-butir Pancasila.

Pengasuh pondok pesantren Hati, Drs H Hasan Aminuddin Msi bersama HM Saudi Hasyim Jahur, Pemred Indonesiapost.co./kominfo.

Pancasila sebagaimana dasar NKRI, “Sudah Sesuai dengan Isi Ayat-ayat Suci Alqur’an”.

Sila ke Satu
“Ketuhanan Yang Maha Esa”.
Sila ini ada dalam Al Quran surat Al Ikhlas ayat 1. Terjemahannya yaitu “Katakanlah, dialah Alloh, Yang Maha Esa. Dalam Islam, ibadah dan hukum yang dibawa tiap-tiap Nabi yang diutus berbeda sesuai dengan kondisi pada saat itu. Namun ada yang tidak berubah yaitu semua Nabi mengajarkan Tauhid yaitu mengesakan Tuhan.

Sila Ke Dua:
“Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab”.
Sila ini ada dalam Al Quran surat An Nisa 135. Terjemahannya yaitu : “Wahai orang-orang yang beriman. Jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah walaupun terhadap dirimu sendiri atau terhadap ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika dia (yang terdakwa) kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatan (kebaikannya). Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka ketahuilah Allah Mahateliti terhadap segala apa yang kamu kerjakan.

Sila Ke Tiga :
“Persatuan Indonesia”.
Sila ini juga ada dalam Al Quran surat Al Hujurat ayat 13. Terjemahannya yaitu : “Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.” Ayat ini sangat cocok mengingat Indonesia terdiri dari beragam suku.

Sila Keempat:
“Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan”. Sila ini juga ada dalam Al Quran surat As Syuro 38. Terjemahannya yaitu : “Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Rabb-nya, dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarat antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rejeki, yang Kami berikan kepada mereka.”

Sila Kelima :
“Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.”
Sila ini juga ada dalam Al Quran surat An Nahl ayat 90. Terjemahannya yaitu : “Sesungguhnya Allah menyuruh (manusia) berlaku adil dan berbuat kebaikan, memberi (sedekah) kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu (manusia), agar kamu dapat mengambil pelajaran.”

Dengan demikian Pancasila tidak bertentangan dengan syariat Islam dan mengamalkan Pancasila sama dengan mengamalkan sebagian dari syariat Islam.

Sila pada Pancasila tersebut bersifat universal dan bisa diamalkan oleh penganut agama dan kepercayaan lain. Pengamalan Pancasila secara murni dan konsukwen dapat menjadi solusi permasalahan bangsa Indonesia.

Pendapat ini dikutib dari beberapa tokoh agama termasuk anggota DPR RI, Drs H Hasan Aminuddin Msi, Mustasyar PCNU Kab Probolinggo, yang Allamah soal agama dan ilmu politik.
hm saudi hasyim jahur