Saudi Eksekusi Penggal Kepala 37 Terpidana Terorisme, dan Narkoba

Masjid Qishos di kota Jeddah, Arab Saudi, yang biasa ditempati pelaksanaan hukuman mati penggal kepala yang dilakukan oleh algojo yang ditentukan oleh Kerajaan Arab Saudi./hm saud

*Indonesiapost.co* – Kerajaan Arab Saudi, tetap berpegang teguh pada hukum Islam yakni dikenal hukum qishos atau hukum penggal kepala bagi siapapun saja terbukti bersalah melakukan kejahatan teroris dan narkoba.

Hari Selasa (23/04), Arab Saudi melaksanakan eksekusi mati penggal kepala 37 warganya yang dilaksanakan di berbagai penjuru negeri seperti di Kota Riyadh, Makkah, Medinah, Asir dan Qassim yang merupakan wilayah komunitas warga Syi’ah dan beberapa warga Islam Sunni juga disebut sebagai terpidana yang dieksekusi.

Kantor berita Associated Press yang dilansir media Voaindonesia.com menyebut, salah satu tubuh dan kepala ditancapkan dan dipamerkan di hadapan khalayak sebagai peringatan.

Eksekusi ini diklaim sebagai pemenggalan terbanyak dalam sehari di Arab Saudi, sejak eksekusi tanggal 2 Januari 2016.

Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi, Selasa (23/4/19) menyebut eksekusi penggal kepala dilakukan dan didasari atas “Hukum Islam”.

Dalam pernyataan, Menteri Dalam Negeri Arab Saudi mengungkapkan mereka yang dieksekusi karena “telah mengadopsi ideologi ekstremis dan membentuk sel teroris dengan tujuan menyebarkan kekacauan.

Terpidana yang dihukum penggal kepala disebut terbukti menyerang instalasi keamanan menggunakan bahan peledak, membunuh berbagai pejabat keamanan dan bekerja sama dengan organisasi yang bertentangan dengan kepentingan pemerintah.

Sejumlah analis pro-pemerintah Arab saudi mengklaim bahwa eksekusi menjadi “bukti bahwa pemerintah Arab tidak segan-segan menghukum warganya sendiri yang berusaha mengganggu keamanan Kerajaan Saudi”.

Eksekusi mati sejak Januari 2019 sebanyak 58 orang, pada Selasa kemarin, terjadi lagi hukuman mati sebanyak 37 orang, sehingga jumlah orang yang telah dihukum penggal kepala di Arab Saudi, sejak awal tahun 2019, total menjadi 95 orang.

Tahun lalu, kerajaan di Timur Tengah itu mengeksekusi 125 orang. Mayoritas di antaranya adalah penyelundup atau bandar narkoba.

Di Arab Saudi, eksekusi mati penggal kepala itu biasanya dilakukan setelah Sholat Dzuhur. Tubuh mereka yang dieksekusi biasanya dipertontonkan kepada publik selama tiga jam, hingga jelang Sholat Ashar. “Hal itu dilakukan, cara yang ampuh untuk efek jera.” (voa/ind)