Saudi Acungi Jempol Arab Saudi Tutup Kelab Malam White Halal di Jeddah.

JEDDAH – Pemerintah Arab Saudi tidak main-main bila ada warganya, baik pengusaha, kolomerat, menyalahi aturan khususnya menyangkut urusan maksiat yang dilaknat dalam ajaran Islam, pastinya ditindak tegas.

Apalagi cukup mengejutkan bakal di bukanya club malam “White” di kota Jeddah, yang sangat dekat dengan kota suci Mekah, Arab Saudi, sangatlah banyak orang mengundang berbagai reaksi protes, termasuk LSM Permasa (Perkumpulan Masyarakat Bersatu) Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, turut mengecam adanya club malam berjuluk “disco halal”.

Mengetahui hal itu, Otorita Hiburan Umum (GEA) Pemerintah Arab Saudi, secara tidak pandang bulu menutup sebuah klub malam “White” tersebut, dan langsung ditutup tepat di hari pembukaannya pada Kamis (13/6/2019) malam.

Ketua LSM Permasa (Perkumpulan Masyarakat Bersatu) Kab Probolinggo, HM Saudi Hasyim Jahur, biasa disapa, Saudi, bersama istri, Hj Kholifah, seusai tawaf di Ka’bah Masjidil Haram kota suci Mekah.
Gambar ilustrasi club malam./indonesiapost.co

Klub malam White berjuluk “halal disco” yang mengizinkan pria dan wanita berdansa di ruangan yang sama itu, tidak hanya ditutup tetapi juga diperiksa oleh petugas Arab Saudi.

Menurut General Entertainment Authority (GEA) Arab Saudi seperti dikutip Gulf News, Senin (17/6/2019), tempat club malam dikenal sebagai Project X—tidak mengantongi lisensi yang diperlukan untuk beroperasi atau club malam itu tidak memiliki izin operasional.

Sehingga penutupan sejak 13 Juni itu, kini para petugas club malam terus diperiksa berlangsung sampai penyelidikan rampung.

Seperti diberitakan Indonesiapost.co pada hari Sabtu (15/6/19) lalu bahwa
Ketua LSM Permasa ( Perkumpulan Masyarakat Bersatu ) Kabupaten Probolinggo, HM Saudi Hasyim Jahur, yang biasa disapa, Saudi, mengecam keras dan menolak dibukanya club malam “White” di kota Jeddah, salah satu kota yang dekat dengan kota suci Mekah, Arab Saudi.

Saudi, secara resmi akan mengirim surat kecaman menolak kepada Raja Salman, melalui kedutaan Indonesia yang berada di Arab Saudi.

“Sangat tidak pantas kota suci yang disucikan oleh umat islam sedunia dibuka club malam. Apapun alasannya, namanya club malam identik dengan maksiat terutama minuman keras.”kata Saudi, Sabtu (15/6/2019), mengaku surat protes bakal dikirim minggu ini dengan tembusan Presiden RI, Mentri Agama, dan instansi terkait.

Ketua LSM Permasa (Perkumpulan Masyarakat Bersatu) Kab Probolinggo, HM Saudi Hasyim Jahur, biasa disapa, Saudi, bersama sahabatnya, Alex Bara.
Gambar ilustrasi club malam./indonesiapost.co

Ditegaskan lagi, Saudi, yang sudah 6 kali melaksanakan Haji dan Umroh, mengatakan bahwa selama ini Kerajaan Arab Saudi, khususnya di kota suci Mekah dan Madinah, adalah suatu kota suci tempat kelahiran Nabi Muhammad SAW dan munculnya agama Islam, yang harus dihormati dan janganlah tercoreng dengan persoalan sepele seperti dibukanya club malam “White” di kota Jedah.

“Semoga Raja Salman, mendapat hidayah dari Allah SWT, dengan tegas mencabut ijin club malam tersebut. Dan saya yakin, Raja Salman, mungkin belum mengetahui hal itu. Semoga dicabut ijinnya club malam tersebut,” harap Saudi, mengaku atas protesan ini, semata ikhtiar untuk menjaga kota suci Arab Saudi terus jaya sampai kiamat.

Dan kini terbukti, Otorita Hiburan Umum (GEA) Pemerintah Arab Saudi, langsung menutup club malam White tersebut.

“Saya acungi jempol untuk, Raja Salman, secara tegas tutup club malam itu. Semoga beliaunya selalu sehat, sukses selalu dan tetap jaya.”aku Saudi. (ind/aljaz).