Lantaran Rokok LA, Warga Afganistan Berkenalan Jamaah Umroh Indonesia, Saudi.

MEKKAH,indonesiapost.-co Banyak hikmah dalam pelaksanaan Umroh di awal tahun 2019 ini. Selain melaksanakan ibadah tawaf, sa’i dan sholat berjemaah 5 waktu dalam sehari semalam di masjidil haram Mekkah, ternyata juga membawa berkah bisa menambah saudara dari berbagai negara, termasuk berkenalan dengan warga Negara Afghanistan.

Seperti yang dialami saya sendiri, H Saudi, pimred indonesiapost.co, yang kebetulan melaksanakan umroh bersama 9 keluarga ketanah suci Madinah dan Mekkah, hari Sabtu malam kemarin (19/1/19) bisa berkenalan dengan dua jamaah Umroh asal Kota Kabul, Negara Afghanistan.

Menariknya, kedua orang yang mancung hidungnya itu mengaku bernama, Ishak dan Qudrotul dan mengaku mempunyai seorang sopir, Abd Holik, berasal dari Kota Bandung, Indonesia, sehingga kedua warga Afghanistan itu sedikit bisa berbahasa Indonesia.

“Assalamu’alaikum.”kata Ishak dan Qudrotul, secara bersamaan menyapa saya (H Saudi) saat saya sedang asyik merokok LA di depan pertokoan dekat hotel Rayyana yang saya tempati.

Spontanitas langsung saya menjawab. “Waalaikum salam.”

Pimred indonesiapost.co, H Saudi Hasyim Jahur, yang sedang asyik merokok bersama dua jamaah umroh asal negara Afghanistan, saat berkenalan di kota suci Mekkah./indonesiapost.co

Selanjutnya, salah satu jamaah umroh asal Afghanistan itu nyelentuk. “Merokok oke.. boleh saya minta,”kata Qudrotul, dengan gaya penuh akrab.

Dengan senang hati, langsung saya menyodorkan rokok filter LA mentol tersebut, dan keduanya turut nyedot rokok LA itu.

Disela-sela mereka merokok, lalu saya tanya. “Kok bisa bahasa Indonrsia? tanya saya ke mereka.
“Ya saya bisa sedikit. Saya punya sopir dari kota Bandung, Indonesia,”jawab Qudrotul, mengaku bisa bahasa Indonesia sedikit tersendat itu belajar dari sopirnya.

Akhirnya perbincangan tambah gayeng, walaupun sedikit juga kesulitan memaknai bincang-bincang itu.

“Rokoknya enak…”clentuknya lagi si hidung mancung itu.

Lalu saya memberinya 1 bungkus LA. “Kalau ingin rokok Indonesia yang banyak, lain kali anda ke Indonesia bersama sopirnya.”kata saya sambil menjelaskan cewek-cewek Indonesia cantik-cantik.

Dengan tertawa lebar, Qudrotul, dan Ishak, sambil mangguk-mangguk setuju menikahi cewek Indonesia.

Setelah guyonan walau sesaat, lalu mereka berpamitan pulang ke hotelnya sambil mengajak foto bersama.

“Kapan ente pulang? Tanya Ishak pada saya.

Lalu saya jawab. “Insyaallah saya pulang dari Mekkah besok siang hari Senin (21/1) dan sampai di Indonesia pada hari Selasa (22/1),”jawab H Saudi, bersyukur walau sebagai perokok berat ternyata membawa hikmah bisa menambah saudara sesama muslim asal Afghanistan itu.(ind)